alexametrics

Momentum Ekonomi Daerah Menggeliat

Oleh ONNY WIDJANARKO*
28 Mei 2019, 14:10:20 WIB

JawaPos.com – Ramadan  dan Lebaran tahun ini diwarnai dengan isu mahalnya harga tiket pesawat. Hal itu diprediksi menggeser pola musiman mudik. Banyak yang memperkirakan faktor harga tiket membuat orang jadi malas pulang kampung. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi daerah yang biasa menggeliat saat Lebaran terancam mengalami penurunan.

Namun, perkiraan itu belum tentu benar. Sebab, kenyataannya, sekalipun harga tiket pesawat tinggi, masyarakat tetap memilih moda transportasi udara tersebut. Buktinya, tiket pesawat untuk mudik sudah banyak yang terjual.

Di sisi lain, jika orang memilih tidak pulang kampung, ekonomi daerah masih berpotensi mengalami pertumbuhan. Sebagaimana tradisi Lebaran dari tahun ke tahun, sekalipun orangnya tidak datang, uangnya tetap datang. Kita perkirakan bahwa jumlah remitansi akan mengalami kenaikan. Begitu juga transfer uang ke daerah. Jika dilihat trennya dari tahun ke tahun, tren remitansi maupun tren penggunaan kartu debit untuk transfer mengalami peningkatan dari bulan-bulan biasanya.

Diharapkan, masuknya uang melalui transfer tersebut akan digunakan untuk konsumsi. Dengan begitu, hal tersebut mampu mendongkrak perekonomian di daerah. Begitu pula dengan pemudik yang membelanjakan uang tunjangan hari raya (THR) di kampung halaman.

BI memperkirakan, kebutuhan uang kartal pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini meningkat 13,5 persen secara year-on-year (yoy) atau mencapai Rp 217,1 triliun. Peningkatan tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan lima tahun terakhir.

Tahun lalu kebutuhan uang tunai melebihi estimasi. Realisasi kebutuhan uang tunai mencapai Rp 191,3 triliun, melebihi proyeksi BI Rp 188,2 triliun. Peningkatan tersebut berdasar faktor PDB kita yang meningkat tipis secara yoy pada kuartal I sehingga dibutuhkan uang di perekonomian lebih banyak. Kemudian, faktor inflasi juga menambah jumlah uang beredar. Faktor lainnya terkait dengan faktor musiman seperti kenaikan gaji PNS dan THR.

Meski besaran PDB kuartal I tidak setinggi perkiraan, sebenarnya secara seasonal pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama pasti lebih rendah daripada triwulan kedua. Selalu begitu. Triwulan kedua, biasanya ekonomi akan tumbuh lebih tinggi. Apalagi, ditopang dengan adanya momentum Ramadan dan Lebaran. Selain itu, tahun ini ada peningkatan jumlah bansos. Uang yang mengalir ke daerah pun makin besar.

Setiap waktu Lebaran memberikan pengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi. Saat masyarakat melakukan spending, banyak barang yang laku terjual. Produksi pun meningkat.

*) Direktur eksekutif-kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (Disarikan dari wawancara Sekaring Ratri/c10/fal)



Close Ads