alexametrics

Tantangan bagi Guru Penggerak

Oleh ABDUL MAJID HARIADI *)
26 November 2021, 19:48:35 WIB

Eksistensi guru penggerak akan terlihat jika dapat menjalankan perannya dengan baik. Yaitu menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan lingkungannya, menjadi pengajar pembelajaran bagi guru lain, dan mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah. Selain itu, guru penggerak harus berperan dalam membuka ruang diskusi dan kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan serta mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.

Meminjam istilah Jay Parini dalam The Art of Teaching (2009), mengajar adalah seni pertunjukan. Guru penggerak sebagai kreator di ruang kelas harus membawa perubahan-perubahan di luar kelaziman selama ini yang menempatkan guru sebagai pusat belajar. Guru penggerak sudah waktunya menunjukkan seni pertunjukan mengajar pada kelaziman baru dengan menempatkan murid sebagai pusat belajar.

Tentu saja itu tidak mudah. Ekosistem pendidikan sudah terlalu lama terbelenggu dengan pola pikir guru, murid, dan orang tua yang memandang bahwa keberhasilan dalam pembelajaran adalah jika semua murid mendapatkan nilai yang baik pada bidang akademik. Itulah paradigma lama yang harus diubah guru penggerak menuju paradigma baru.

Selama mendampingi, penulis telah menemukan perubahan paradigma dari CGP. Mereka menunjukkan antusiasme dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Tidak hanya belajar modul, mereka juga telah menerapkan praktik baik dalam ruang pembelajaran. Inilah lompatan-lompatan yang diperlukan dan harus dijaga terus untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Guru penggerak adalah agen perubahan untuk mengembalikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara ke dalam ruang kelas. Sudah saatnya dalam praktik pendidikan diutamakan pengasuhan dengan dasar kemanusiaan dan cinta kasih. Sekolah sebagai perguruan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi tumbuh dan berkembangnya murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.

Ki Hadjar Dewantara telah membuktikan keberhasilannya sebagai penggerak dalam laku perjuangan melalui pendidikan dan kebudayaan melawan kolonialisme. Guru penggerak dilahirkan melalui landasan dan fondasi yang kuat. Keberadaannya menjadi tolok ukur baru dalam membawa perubahan dan menebarkan praktik baik. Karena itu, meskipun banyak tantangan, guru penggerak harus tetap membawa gairah intelektual dan kebudayaan menuju transformasi pendidikan Indonesia.

Hari Guru Nasional bukanlah ajang untuk seremonial semata. Momentum itu harus dijadikan sebagai refleksi diri oleh semua guru. Bahwa guru adalah penggugah inspirasi dan kebaikan demi terwujudnya kesejahteraan lahiriah dan batiniah murid. Selamat Hari Guru. Salam dan bahagia. (*)


*) ABDUL MAJID HARIADI, Guru di SMK Negeri 1 Sidoarjo dan menjadi pengajar praktik calon guru penggerak

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads