alexametrics

Didata, Dicek Kesehatan, Diberi Langkah-Langkah Preventif

Oleh LAILA FAKHRIYATUZ ZAKIYAH*
24 Januari 2020, 14:05:12 WIB

WABAH pneumonia yang disebabkan coronavirus jenis baru terdeteksi kali pertama di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Tiongkok, pada Selasa, 31 Desember 2019. Per Senin, 20 Januari 2020, sebanyak 224 kasus ditemukan.

Pneumonia, mengutip Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan berbagai mikroorganisme. Di antaranya, bakteri, virus, parasit, jamur, atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang siapa saja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda, dan lanjut usia, tetapi lebih banyak pada balita dan lanjut usia.

Kabar outbreak virus yang lebih dikenal dengan nama flu Wuhan itu sangat menggemparkan masyarakat dunia, khususnya WNI (warga negara Indonesia) yang tinggal di Hubei. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing menyebutkan, 428 WNI berstatus mahasiswa tinggal di Hubei. Dan, sekitar 200 di antaranya tinggal di Wuhan serta kuliah di 8 kampus berbeda.

Wuhan menjadi pusat transportasi, rekreasi, dan perdagangan di Hubei. Itulah yang membuat penyebaran virus korona sangat cepat.

Bukan hanya KBRI yang mengimbau WNI di Tiongkok agar mewaspadai dan berhati-hati terjangkit wabah yang masih belum ditemukan vaksinnya tersebut. Semua kampus yang memiliki mahasiswa internasional di Hubei juga memberikan perhatian serius.

Pada Senin, 20 Januari 2020, kantor administrasi murid internasional mengimbau murid internasional agar tidak bepergian ke Wuhan. Izin untuk bepergian ke luar kota juga diperketat mengingat Januari hingga Februari adalah liburan musim dingin mahasiswa dan libur Imlek bagi masyarakat Tiongkok.

Kalaupun harus keluar, mahasiswa disarankan untuk memakai masker N95/masker klinik. Mahasiswa yang sudah bepergian dan/atau masih berada di Wuhan diimbau untuk mengecek suhu badan mereka. Jika terdapat ciri-ciri yang sama dengan gejala pneumonia, mereka harus segera melapor ke bagian administrasi kampus sehingga dirujuk ke rumah sakit.

Langkah pencegahan semakin diperketat pada 22 Januari 2020. Semua perizinan mahasiswa internasional ditutup. Artinya, mahasiswa internasional yang sedang studi di Hubei tidak diperbolehkan pergi ke luar kota masing-masing. Terutama ke Wuhan.

Pendataan juga dilakukan kepada mahasiswa yang sudah atau sedang berlibur atau melakukan transit di Wuhan. Akan diadakan pengecekan kesehatan secara masal. Bagi mahasiswa yang pulang ke negara masing-masing selama liburan dan hendak kembali ke Wuhan, ini menjadi imbauan khusus agar kembalinya mereka ke Tiongkok sudah menyiapkan dan menggunakan masker.

Administrator kampus juga membagikan unggahan berupa langkah preventif kepada semua mahasiswa internasional berdasarkan panduan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Di antaranya, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun atau mengusap dengan alkohol.

Juga, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menghindari kontak dengan orang lain saat sakit, menghindari kontak dengan orang sakit, menggunakan masker jika keluar dari rumah, serta menjaga keamanan pangan. Yang paling penting adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sebab, jika antibodi dalam tubuh kuat, virus atau bakteri apa pun tidak akan bisa menyerang.

Sejauh ini, sejak dilaporkan penyebaran virus korona pada akhir Desember 2019, tidak ada laporan mahasiswa Indonesia terjangkit. Penulis selaku mahasiswi yang bertempat tinggal di Huangshi, Hubei, juga menyarankan semua orang tua yang memiliki putra atau putri yang sedang menuntut ilmu di Tiongkok agar tidak perlu cemas. Sebab, langkah-langkah preventif sudah dilakukan untuk meminimalkan penularan penyakit pneumonia berat itu. (*)

*) Bachelor of Medicine, Bachelor of Surgery (MBBS), Hubei Polytechnic University

Editor : Ilham Safutra


Close Ads