alexametrics

Rem Blong

CATATAN FERRY IS MIRZA*
23 Januari 2022, 16:13:19 WIB

JUMAT pagi, sekitar pukul 06.15 Wita atau 05.15 WIB, terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di lampu merah Muara Rapak, Balikpapan, Kaltim. Akibat rem blong truk tronton pagi itu sungguh mengerikan. Empat korban tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP), belasan korban mengalami luka berat, serta beberapa kendaraan roda empat (R4) dan roda dua (R2) ringsek (sumber data: laporan Ditlantas Polda Kaltim).

Dari musibah ini biasanya penyidik –polisi lalu lintas (polantas)– menindak sopir penyebab laka lantas tersebut dengan menggunakan pasal hukuman ”akibat kelalaian yang menyebabkan matinya orang”. Kenapa kok sebatas itu? Mengapa kita selalu menggolongkan laka lantas rem blong ”hanya” sebagai kecelakaan atau musibah? Padahal, fatal akibat yang ditimbulkan.

Itu pun sering didukung ucapan: ”Yaa, namanya musibah kita gak tahu…”

Peristiwa rem blong di lampu merah Muara Rapak, Balikpapan, ini mereduksi substansi musibah seolah hanya nasib sial yang tiba-tiba datang menimpa. Atau sekadar hukuman Tuhan yang tak bisa dihindari. Sehingga M. Ali, sopir truk tronton maut, dianggap lalai, bukan tindak kriminal.

Padahal, kecelakaan itu perbuatan kriminal. Laka lantas sangat bisa dihindari. Di balik peristiwa fatal itu ada sejumlah proses yang bisa mencegah dan menghindari musibah. Semisal, prosesnya dengan:

Meneliti dan memeriksa teknis kendaraan. Rem blong bisa dikenali gejalanya dengan banyak cara.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads