alexametrics

Level 1 Bukanlah Garis Finis

Oleh I GEDE ALFIAN SEPTAMIARSA *)
21 September 2021, 19:48:10 WIB

Sebagai contoh, Amerika Serikat (AS) pernah mengalami lonjakan kasus Covid-19 mencapai 100 ribu per hari. Bahkan, di negara adidaya itu sempat dilaporkan terjadi krisis oksigen, RS penuh, dan dokter kelelahan. Situasi kasus Covid-19 di AS saat ini, pasien rawat inap dan kematian meningkat. Menurut CDC, lebih dari 44.000 pasien Covid-19 dirawat di RS. Jumlah itu naik 30 persen dalam seminggu dan hampir empat kali lipat jumlah pada Juni lalu.

Situasi penanganan korona kian parah di negara-negara bagian selatan AS yang tingkat vaksinasinya masih rendah. Banyak RS yang kewalahan karena pasien melonjak. Sebagian besar pasien Covid-19 di AS belum divaksin. Ditambah lagi, kasus terhadap anak meningkat.

Selain itu, kasus Covid-19 varian Delta melonjak di Selandia Baru sehingga kebijakan pembatasan wilayah diperpanjang sampai 27 Agustus 2021. Lonjakan kasus mengungkap rendahnya vaksinasi di negara tersebut. Jumlah kasus baru Covid-19 varian Delta di Selandia Baru mencapai 41 kasus hingga total kini 148 kasus. Jumlah itu sudah dianggap peningkatan yang tertinggi sejak 10 April 2020. Padahal, Selandia Baru relatif bebas Covid-19 sejak Februari lalu. Namun, situasi bebas virus tersebut berubah setelah varian Delta muncul kali pertama di Kota Auckland, lalu menyebar ke Ibu Kota Wellington.

Belajar dari kondisi yang dialami negara-negara di atas, apa yang semestinya dilakukan setelah level 1? Pemerintah dan berbagai pihak harus dapat mempertahankan capaian asesmen serta posisi zonasi level daerah maupun unsur-unsur lainnya. Selain itu, seluruh elemen masyarakat jangan lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada dan di semua lini. Sehingga ke depan Covid-19 makin terkendali dan terus melandai. Tetap memakai masker, menjaga jarak yang aman, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir. Ditambah lagi perlunya percepatan vaksinasi bagi usia di atas 12 tahun dan dosis ketiga bagi SDM kesehatan di Jatim.

Sekaligus sedikit mengingatkan kembali bahwa pemerintah dan masyarakat diibaratkan pelari yang masih harus lari terus ke garis finis belum tampak. Masih belum injury time, musuh masih bisa menyalip. Karena itu, disiplin protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi menjadi kunci yang harus dipegang. (*)


*) I GEDE ALFIAN SEPTAMIARSA, Staf Humas Pemprov Jawa Timur

Editor : Dhimas Ginanjar




Close Ads