G20 Bali Rezeki Pascapandemi

CATATAN FUAD ARIYANTO*
20 November 2022, 17:06:48 WIB

CAHAYA terang berpendar dari beberapa tempat di Bali. Utamanya dari venues kegiatan KTT G20. Di Bandara Internasional Ngurah Rai, terparkir pesawat terbang berbendera berbagai negara. Sibuk. Warga tersenyum ceria karena pemerintah daerah telah menambah lampu penerangan jalan umum (PJU). Selain itu, tak kurang dari 33 ribu warga terserap sebagai tenaga kerja dalam event tersebut. Utamanya dari sektor transportasi, akomodasi, MICE, dan UMKM. Ini rezeki pascapandemi bagi warga Bali.

Setidaknya sampai September 2020, Bali bagaikan kota mati. Jalanan lengang dan gelap, toko-toko dan tempat-tempat wisata tutup. Warga lebih sering duduk bergerombol, berbincang di depan toko yang tutup. Bisnis pun macet.

Alhamdulillah… terlepas dari penting tidaknya G20 bagi mereka, paling tidak, gawe tersebut cukup menghibur warga. Wisatawan berdatangan, tingkat hunian hotel meningkat, bisnis pun menggeliat. Peningkatan wisatawan mancanegara diperkirakan mencapai 1,8 juta sampai 3,6 juta per hari.

Menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang dikutip dari laman republika.co, selama masa pandemi Covid-19 tingkat hunian hotel hanya sekitar 20 persen. Kini sudah menyentuh 70 persen. Serapan tenaga kerja hotel –terhadap pekerja yang dirumahkan pada masa pandemi– mencapai sekitar 80 persen.

Sektor UMKM juga bisa tersenyum. Sebab, UMKM selalu disertakan dalam acara utama maupun acara sampingan hajatan tersebut. Mereka diberi kesempatan –melalui Kementerian Koperasi dan UMKM– menampilkan karya terbaiknya dalam event pada 15–16 November lalu. Kementerian Koperasi dan UMKM, antara lain, memperkuat kapasitas pelaku dan meningkatkan kualitas produk UMKM untuk dijadikan merchandise resmi G20.

Sebanyak 1.024 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia ingin unjuk produk. Tapi, setelah diolah, hanya terpilih 20 UMKM yang disiapkan menjadi pemasok. Mereka bergerak di bidang kerajinan, fashion, kuliner, kosmetik, herbal, dan kesehatan.

Rangkaian acara KTT G20 berlangsung sejak 1 Desember 2021.Total ada 438 event tergelar di 25 kota di Indonesia dalam berbagai tingkat level pertemuan. Pertemuan G20 juga menyumbang pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali pada semester II 2022. Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) –sebagaimana dikutip dari laman republika.co– selama Juli– September 2022 perekonomian Bali tumbuh sebesar 8,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi, G20 berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang mencapai USD 533 juta atau sekitar Rp 7,4 triliun –termasuk peningkatan konsumsi domestik yang mencapai Rp 1,7 triliun.

Hajat besar G20 memang seharusnya dimanfaatkan secara maksimal. Jangan sampai delegasi dan para penggembira pulang hanya membawa suvenir gantungan kunci, kaus oblong, atau tumbler berlogo G20. Tapi, harus membawa kesan mendalam tentang Indonesia secara keseluruhan yang mampu menjadi titik balik bagi kemajuan dan kemakmuran negeri ini.

Karena itu, pas sekali jika Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dalam forum bisnis atau B20, mengajak Tim Hore –yang mengikuti para delegasi– untuk berkunjung ke beberapa tempat wisata di Bali.

Selain Bali bagian selatan –sekitar Kuta, Legian, Tuban, Nusa Dua, Tanjung Benoa, Sandiaga menawarkan paket destinasi wisata Bali bagian utara, timur. Antara lain, Buleleng. Selain Bali, Sandiaga menawarkan paket wisata superprioritas. ’’Ada Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika. Kelihatannya mereka tertarik,’’ kata Sandiaga sebagaimana dikutip dari laman tempo.co.

Di forum B20 itu, Sandiaga juga mengingatkan para delegasi tersebut untuk menanam 64 batang pohon mangrove per orang. ’’Itu berdasar hitungan kalkulator carbon footprint,’’ katanya. Penanaman pohon mangrove itu dimaksudkan untuk ’’membayar’’ jejak karbon yang dihasilkan selama perjalanan menggunakan pesawat. Delegasi bisa menanam mangrove di Taman Nasional Bali Barat, Taman Hutan Raya Ngurah Rai, dan beberapa lokasi lain. Hanya, untuk penanaman mangrove itu sifatnya masih opsional.

Alhamdulillah, gawe KTT G20 yang berlangsung selama dua hari, 15–16 November, terlaksana dengan lancar, aman, dan khidmat. Gerakan sekecil apa pun yang berpotensi membuat delegasi tidak nyaman langsung diamankan. Tujuh mahasiswa yang berniat memberikan narasi kritis di depan para delegasi langsung dibawa satpol PP. Demikian juga seorang emak yang berniat mengacungkan poster. Entah tulisan apa dalam poster tersebut karena tidak sempat diacungkan.

Panitia jauh hari juga sudah siap agar cuaca Bali selalu cerah, terang benderang selama KTT berlangsung. Utamanya ketika acara di luar ruangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan BRIN, TNI-AU, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) sejak 10 November 2022. Sampai KTT ditutup pada Rabu (16/11), tak kurang dari 29 ton garam ditabur di langit Bali dengan pesawat Cassa 212 dan CN 295. Cuaca di sekitar venue pun cerah. Semoga secerah itu pula perekonomian Bali dan Indonesia setelah pendar kegiatan KTT G20 berakhir. (*)

*) Wakil Pemimpin Redaksi Jawa Pos 2007–2008

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads