alexametrics

Profil Pelajar Pancasila yang Tak Autentik

Oleh Satriwan Salim, koordinator Nasional P2G
20 Juli 2021, 12:16:48 WIB

“Kita cemas akan jadi apa seorang anak nantinya, namun kita lupa bahwa Ia sudah jadi seseorang sekarang,” (Stacia Tausher).

KEMENDIKBUDRISTEK menetapkan “Sekolah Penggerak” dalam rangka perubahan Kurikulum 2013 (K-13). Kurikulum sekolah penggerak diimplementasikan pada Juli 2021 di 2.500 sekolah.

Tujuan perubahan kurikulum itu membentuk Profil Pelajar Pancasila (PPP): pelajar Indonesia sepanjang hayat yang berperilaku sesuai nilai Pancasila. Agaknya, PPP wujud komitmen Nadiem Makarim menyiapkan generasi pancasilais, di masa Orba dikenal “manusia Pancasila.”

Oleh Nadiem, PPP tidak saja terkait kurikulum, tapi berikut dengan asesmen nasional (AN) dan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035. Semua itu bertujuan untuk menyiapkan generasi Pancasila.

PPP terdiri atas enam karakter: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia; 2) mandiri; 3) bernalar kritis; 4) berkebinekaan global; 5) bergotong-royong; dan 6) kreatif.

PPP tampak sebagai program baru, sekilas inovatif. Apakah benar demikian?

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads