alexametrics

Omicron, Akhir Pandemi?

Oleh LAURA NAVIKA YAMANI *)
19 Januari 2022, 19:48:03 WIB

OMICRON adalah varian baru SARS-CoV-2 yang menjadi variant of concern (VOC) saat ini. Karena memang dari hasil penelitian, varian ini memiliki daya tular yang meningkat daripada varian Delta. Perkembangan Omicron yang terus meningkat itu memunculkan kekhawatiran terjadi gelombang baru pandemi Covid-19.

Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkap karakteristik Omicron dan selalu dibanding-bandingkan dengan varian Delta yang merupakan varian ’’ganas” dari Covid-19. Sebab, varian Delta tidak hanya memiliki daya tular yang tinggi, tapi juga tingkat keparahan yang ditimbulkan lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya.

Data yang berhasil dikumpulkan saat ini, berdasar hasil penelitian banyak ahli di dunia, Omicron adalah varian dengan daya tular tinggi, tetapi gejalanya lebih ringan jika dibandingkan dengan varian Delta. Tetapi, bukti itu belum cukup kuat untuk menyatakan bahwa Omicron ’’tidak seberbahaya” Delta.

Menurut hasil riset dari LKS Faculty of Medicine Universitas Hongkong (2021), varian Omicron dapat menggandakan (memperbanyak diri) 70 kali lebih cepat daripada varian Delta dan SARS-CoV-2 asli Wuhan di bronkus manusia. Itulah yang mungkin menjelaskan mengapa Omicron dapat menularkan lebih cepat antarmanusia daripada varian sebelumnya. Sementara itu, Omicron jauh lebih sulit menginfeksi sel di jaringan paru-paru daripada varian Delta maupun versi asli virus korona yang kali pertama diidentifikasi di Wuhan, Tiongkok. Dengan begitu, tingkat keparahan yang muncul lebih rendah karena ketidakmampuan bertahan dan merusak sel-sel paru.

Sama halnya dengan varian lain, Omicron menyebar dari hidung dan mulut melalui tetesan pernapasan dari jarak dekat dan melalui partikel virus yang melayang di udara dan dapat bertahan cukup lama. Terutama di tempat dengan ventilasi yang buruk.

Selain itu, kunci dalam mengukur tingkat persebaran virus adalah memperkirakan berapa banyak orang lain yang akan mendapatkan virus dari satu orang yang terinfeksi. Dalam pandemi yang sedang berlangsung, para ilmuwan mencoba untuk menangkap perkiraan itu sebagai angka reproduksi efektif (Rt). Nilai Rt bergantung pada efek kekebalan orang lain, pola cuaca musiman, intervensi kesehatan masyarakat, dan batasan lain pada penularan virus. Rt dapat berubah dari menit ke menit bergantung pada kondisi host (manusia), lingkungan, serta upaya intervensi.

Afrika Selatan sebagai negara pertama yang menemukan kasus Omicron melaporkan bahwa pada awal November, Rt di negara tersebut telah stabil pada nilai di bawah 1 yang menandakan kasus benar-benar turun selama periode ketika Delta dominan. Namun, kemudian Rt meningkat tiba-tiba pada pertengahan November. Angkanya lebih besar dari 2 di sebagian besar negara dan melebihi 2,5 di provinsi padat penduduk Gauteng serta Provinsi KwaZulu-Natal dan Mpumalanga di negara tersebut.

Sementara itu, Inggris telah melaporkan Rt 3,7 untuk Omicron itu sendiri dan infeksi Omicron meningkat dua kali lipat setiap tiga hari. Di India, kasus pertama Omicron terdeteksi selama minggu pertama Desember dengan riwayat perjalanan dari Afrika Selatan. Setelah itu, terjadi peningkatan tajam dalam perkembangan harian kasus Omicron dengan dominasinya di komunitas dari 1,8 persen menjadi 54 persen. Diperkirakan akan menjadi varian Omicron 100 persen pada Januari.

Ternyata, varian Omicron telah terdeteksi di lebih dari 140 negara, termasuk di Indonesia yang total kasusnya mencapai 500 didominasi DKI Jakarta dan termasuk 8 kasus di wilayah Jatim (Jawa Pos, 17/1/2022). Omicron menyebar dengan cepat di beberapa negara, termasuk Inggris, Denmark, dan Norwegia. Di Amerika Serikat, varian tersebut telah terdeteksi di 50 negara bagian dan di Washington DC dengan persentase di atas 70 persen varian Omicron dari keseluruhan kasus positif.

Peningkatan kemampuan replikasi virus itu juga mungkin mengubah karakter Omicron yang lain, yaitu masa inkubasi menjadi lebih pendek dalam dua hingga tiga hari setelah infeksi. Kita tahu masa inkubasi varian Delta adalah sekitar empat hari dan varian asli Wuhan memiliki masa inkubasi sekitar lima hari di seluruh populasi umum. Dengan demikian, dominasi varian Omicron di beberapa negara terjadi dalam waktu singkat, sekitar 2‒4 minggu dapat menggantikan varian Delta yang membutuhkan waktu tiga bulan sehingga menjadi varian dominan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads