alexametrics

Ancaman Fobia Demokrasi

Oleh ABDUL AZIZ S.R. *)
18 Januari 2022, 19:48:05 WIB

Jadi, ”ketundukan” mereka pada demokrasi sebatas prosedural-administratif dalam proses pemilihan. Demokrasi lip service (dalam istilah BEM UI). Tidak berani masuk dan menyentuh ke core value demokrasi. Dengan kata lain, mereka hanya memperalat atau sekadar mengatasnamakan demokrasi untuk menyandera demokrasi itu sendiri. Sebuah wujud fobia demokrasi yang nyata.

Bisa dimengerti jika kemudian praktik demokrasi di negeri ini juga mengandung banyak keanehan. Studi Nils Bubandt (2014), misalnya, menunjukkan bagaimana upaya para aktor politik menghadirkan roh atau makhluk halus (spirits), seperti jin dan ilmu hitam, dalam praktik demokrasi. Dalam konteks ini, terjadi homolog antara politik dan makhluk halus. Menurut Bubandt, demokrasi di Indonesia sebenarnya disfungsional. Tidak berarti gagal memang, tetapi keberhasilan-keberhasilan yang ada diraih dengan cara-cara yang tidak lazim (aneh), termasuk dengan menggunakan kekuatan spirits.

Fobia demokrasi yang diidap parpol saat ini membuat pemilu tidak bermakna. Proses sirkulasi elite menjadi tidak normal dan menutup akses hadirnya calon-calon pemimpin terbaik. Fobia demokrasi sungguh menjadi ancaman yang sangat serius. Wallahu a’lam. (*)


*) ABDUL AZIZ S.R., Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads