alexametrics

Transisi Energi Harus Hati-Hati

Oleh KOMAIDI NOTONEGORO*
17 Januari 2022, 15:41:11 WIB

Jika nanti diberi formula, selisihnya akan tetap sama. Misalnya, diberi kisaran 60 persen dari harga pasar. Dengan begitu, saat harga naik atau turun, ada selisih tertentu.

Bagaimana dengan perusahaan-perusahaan yang tidak mematuhi DMO? Menurut saya, regulasi yang mengatur hal itu sudah sangat jelas dan tegas. Jadi, sebetulnya tinggal diimplementasikan saja di dalam praktiknya.

Apalagi, di regulasi itu ada aturan penalti atau denda. Dalam regulasi tersebut juga ada sanksi terkeras berupa larangan ekspor. Jadi, sudah ada aturan mainnya. Pemerintah tinggal menjalankan aturan yang sudah dibuat.

Kisruh batu bara yang terjadi juga menjadi salah satu pengingat untuk upaya transisi energi. Saya melihat, kondisi yang terjadi saat ini adalah indikasi bahwa transisi energi perlu dilakukan secara hati-hati. Ibaratnya, ini baru tidak dapat pasokan satu bulan saja sudah kalang kabut. Bagaimana jika batu bara tidak boleh dipakai atau dihilangkan? Seperti apa nanti?

Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa segala sesuatunya perlu dipikirkan baik-baik. Transisi energi ke yang lebih ramah lingkungan memang sudah menjadi kesepakatan global. Tetapi, beberapa kejadian yang kita alami dan krisis energi di Inggris, Tiongkok, dan beberapa negara lain menjadi sebuah penegasan kembali bahwa transisi energi harus dilakukan secara hati-hati. (*)

*) KOMAIDI NOTONEGORO, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads