alexametrics

Sektor Kesehatan Harus Prioritas, Bukan Yang Lain

Oleh SUTRISNO IWANTONO*
16 November 2020, 13:17:58 WIB

MENGGELIATKAN lagi pariwisata di tengah pandemi Covid-19 memang tidak mudah. Penurunan kinerja di sektor usaha tersebut membuat pendapatan devisa nasional drop.

Di sisi lain, ada tantangan baru terkait wacana pemerintah soal Rancangan Undang-Undang (RUU) Minuman Beralkohol (Mihol).

Ada beberapa hal yang saat ini perlu menjadi prioritas. Yang pertama, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap masalah kesehatan. Jadi, kalau sudah yakin kesehatan teratasi, baru masyarakat berani keluar rumah. Kalau mereka tak keluar rumah, tidak mungkin pariwisata bisa hidup. Itu juga yang dirasakan masyarakat menengah atas. Karena kelompok tersebut pasti punya uang. Tapi, mereka tak yakin dan tak berani keluar. Karena itu, penyelesaian yang utama kesehatannya dulu. Kesehatan harus diprioritaskan untuk menyelesaikan krisis ini.

Yang kedua, pemerintah harus meningkatkan daya beli masyarakat bawah. Artinya, diperlukan bantuan sosial langsung ke mereka. Bansos berupa kebutuhan pokok dan uang tunai. Menyelamatkan masyarakat yang tiba-tiba menganggur dan tidak berpenghasilan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari situ kan kelihatan, masyarakat bawah itu mau makan saja susah. Boroboro mau berwisata.

Saat ini pertumbuhan sektor pariwisata baru 30 persen. Masih susah. Kebijakan protokol kesehatan di hotel itu sudah diterapkan sejak awal. Karena musuh utamanya ada lah Covid-19. Kalau tidak demikian, orang tidak berani datang.

Di sisi lain, wacana RUU Mihol justru memicu masalah lain terkait kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Sebab, mengonsumsi minuman beralkohol adalah bagian dari gaya hidup mereka. Jika hotel-hotel tidak boleh menyediakan itu, ya susah. Gimana orang mau datang? Di Malaysia saja boleh. Kalau dilarang begitu, ya pasti turis asing mikir-mikir untuk berkunjung ke Indonesia. Bisa menurun jumlahnya. Lebih parah. Semestinya pemerintah berhati-hati dalam menggodok aturan tersebut. Dipikirkan matang-matang. Kan kita tidak mau juga menjual mihol di sembarang tempat. Tapi, di Apindo kami belum mendiskusikan soal itu.

Untuk fenomena liburan long weekend lalu, memang cukup banyak masyarakat yang memilih keluar liburan. Baik di dalam maupun ke luar kota. Namun, tujuan wisata yang dipilih tidak jauh dari tempat domisili. Misalnya, masyarakat DKI Jakarta ke kawasan Puncak, Bogor, atau ke Bandung. Itu juga masih sebagian kecil yang mungkin sudah merasa jenuh di rumah. Mayoritas menggunakan kendaraan pribadi. Belum berani menggunakan angkutan umum. Pesawat, kereta, dan bus. Artinya, sebenarnya masyarakat juga masih takut.

Baca juga: Menjaga Aset SDM

 

*) Ketua Kebijakan Publik Apindo

**) Disarikan oleh wartawan Jawa Pos Agas Putra Hartanto

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c9/oni



Close Ads