alexametrics

Menjaga Etos Kerja

Oleh AMANY BURHANUDDIN UMAR LUBIS
16 Mei 2020, 13:10:59 WIB

BERPUASA pada bulan Ramadan adalah satu kenikmatan rohani. Dan, melegakan fisik manusia agar ia lebih sehat.

Dengan berpuasa, kita lebih bisa menolak sel-sel radikal yang menghantam tubuh selama sebelas bulan sebelumnya. Saat kita makan tiada henti dan beraktivitas luar biasa sehari-hari.

Pada bulan Ramadan ini kita menjadi lebih teratur. Demikian pula etos kerja. Sebenarnya, etos kerja saat Ramadan tidak ubahnya dengan hari-hari lain.

Namun, karena kita dalam kondisi berpuasa, terkesan bahwa etos kerja boleh menurun pada bulan Ramadan.

Di dalam Alquran kita dituntun agar melakukan semua perbuatan atau pekerjaan dengan ikhlas. Tentu, semua perbuatan atau pekerjaan yang kita lakukan selama menjalani ibadah puasa harus positif. Seluruh perbuatan positif akan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT. Kalau pada bulan puasa, dengan kita berpuasa, amal perbuatan atau pekerjaan yang positif akan diganjar sepuluh kali lebih tinggi oleh Allah SWT.

Apa saja kegiatan positif yang bisa kita lakukan, termasuk agar etos kerja kita tidak menurun selama bulan puasa ini? Yang utama adalah harus meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Caranya dengan meningkatkan syukur. Bahwa pada masa pandemi Covid-19, kita tetap diberi kehidupan yang sejahtera dan sehat walafiat.

Meski begitu, kita tetap harus selalu waspada. Harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Agar kita bisa lebih menjaga dan mencegah persebaran Covid-19. Dan, kalau bisa, wabah ini berhenti selama-lamanya. Harus ada upaya bersama oleh kita semua.

Etos kerja pada bulan puasa ini harus tetap mempertimbangkan adanya hasil guna. Harus berdaya guna. Kemudian menjalaninya dengan efektif. Juga, terus menjunjung adanya kejujuran, menjaga amanat, ketakwaan, serta berperilaku bersih dan adil. Semua ini adalah tuntunan agama.

Teladan kita adalah Rasulullah SAW. Beliau adalah sosok yang paling mulia, lemah lembut, dan memikirkan segala hal serta yang paling peduli. Rasulullah bersabda, seorang yang paling baik adalah yang paling bisa berlaku positif dan peduli kepada keluarganya.

Dalam suasana bekerja, misalnya, kita ibarat suatu keluarga besar. Harus saling peduli. Semua unsur dalam pekerjaan, mulai pegawai sampai tingkat pimpinan. Apabila semua saling menasihati dan peduli sesama, ibarat sebuah keluarga, akan selamat semuanya.

Ada beberapa kewajiban dasar yang harus dilakukan muslim selain yang tertulis di Alquran dan hadis. Antara lain, menyampaikan hal-hal baik bagi semua yang ada di sekitar kita. Sambil menasihati dan mengimbau untuk berbuat kebaikan.

Ramadan yang disambut dengan penuh sukacita oleh semua umat Islam di penjuru dunia menjadi bukti syiar dan kekuatan bagi kalangan umat Islam sendiri. Syiar itu begitu kuat dan mengakar pada diri setiap umat Islam. Kendati puasa dilaksanakan sebulan penuh, umat Islam tidak pernah menjadikannya sebagai beban. Justru menjadikan bulan puasa penuh dengan kebahagiaan.

Terakhir, mari kita berdoa semoga pandemi Covid-19 segera hilang. Kemudian, kita bisa membangun bangsa Indonesia secara positif. Membangun apa yang masih tertinggal secara lebih efektif. Sehingga kita bisa lebih mau dan lebih sejahtera. Amin ya robbal alamin.


*) Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

**) Disarikan dari wawancara dengan Hilmi Setiawan

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c7/fal



Close Ads