alexametrics

Industri Otomotif Mulai Pulih, PPnBM Perlu Dilanjutkan?

Oleh BHIMA YUDHISTIRA ADHINEGARA*
15 November 2021, 16:17:10 WIB

OTOMOTIF menjadi salah satu industri yang terdampak cukup dalam karena pandemi. Segmentasi otomotif, khususnya kelas menengah, relatif masih menunda pembelian karena adanya berbagai pembatasan.

Namun, setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai dilonggarkan, keputusan untuk membeli mobil baru mulai meningkat lagi. Perubahan demand ini ikut disambut oleh pameran GIIAS 2021 yang akan makin mendorong produk otomotif bisa terserap pasar.

Selain faktor mobilitas yang membaik, dorongan pemerintah melalui pemberian berbagai insentif untuk otomotif benar-benar berhasil meningkatkan angka penjualan mobil. Ketika kebijakan pemerintah mengenai relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) diberlakukan, kinerja penjualan mobil pada Maret hingga September 2021 terus menguat.

Penjualan mobil selama September 2021 tercatat sebesar 84,11 ribu unit atau naik sekitar 41,5 persen jika dibandingkan pada Februari 2021. Insentif PPnBM yang membuat pembelian mobil baru lebih ringan tersebut menjadi salah satu daya dorong yang efektif.

Bicara soal GIIAS 2021, pameran itu dimanfaatkan berbagai pabrikan untuk meluncurkan model-model baru. Model baru merupakan salah satu unsur penting untuk menggerakkan pasar otomotif. Di saat pandemi, para industri otomotif terus mengembangkan model-model barunya untuk di-launching pada momen yang tepat. Momen pemulihan saat ini mungkin dianggap sebagai waktu yang ideal untuk mengakselerasi pasar.

Apakah kebijakan insentif PPnBM perlu diteruskan tahun depan? Saya kira perlu juga melihat keadilan terhadap sektor yang lainnya. Kebijakan PPnBM ini seharusnya temporer saja. Sebab, pada waktu itu penjualan kendaraan bermotor memang terkoreksi cukup dalam.

Editor : Ilham Safutra




Close Ads