alexametrics

Presiden Jokowi Minta Dikritik, Siapa Mau Jadi Tumbal?

Oleh ANG RIJAL AMIN *)
13 Februari 2021, 19:48:16 WIB

SELEPAS Presiden Joko Widodo menyatakan agar masyarakat lebih banyak memberi kritik dan saran terhadap pelayanan publik, reaksi dari masyarakat muncul tak tertanggungkan. Bukan disebabkan perayaan atas apa yang diucapkan presiden. Melainkan lebih kepada rasa terkejut bercampur sinis saat menemukan di mana letak kekonyolan dari ucapan tersebut.

Berdasar laporan dari The Economist Intelligence Unit (EIU), kita menemukan fakta bahwa skor demokrasi Indonesia pada 2020 mengalami penurunan dan menjadi yang terendah sejak 14 tahun terakhir dengan kategori sebagai negara demokrasi cacat.

Tidak ada yang mengejutkan dari angka-angka yang dipaparkan EIU. Sebab, kita tahu bagaimana terjadinya pembungkaman terhadap ekspresi kritis warga negara lewat ancaman pidana seperti UU ITE.

Yang mengejutkan justru yang datang dari presiden sebagaimana disebut di atas. Di saat warga dibayang-bayangi ancaman pidana tatkala hendak melakukan kritik, presiden justru tiba-tiba mengajak masyarakat berbondong-bondong mengkritiknya.

Dulu, Adam dan Hawa diberi kebebasan oleh Tuhan melakukan apa pun. Makan dan minum sesuka mereka. Kecuali satu yang telah ditentukan oleh Tuhan, yakni dilarang memakan buah khuldi. Hanya itu. Jika larangan tersebut dilanggar, Tuhan akan menghukum keduanya.

Editor : Dhimas Ginanjar




Close Ads