alexametrics

Momentum Menyinergikan Korporasi dan Koperasi

Oleh KHOFIFAH INDAR PARAWANSA, Gubernur Jatim
12 Juli 2021, 14:02:04 WIB

HAMPIR semua orang sudah mengenal koperasi. Namun, belum semua bisa memaknai filosofi koperasi. Dampaknya, optimalisasi peran dan manfaat koperasi di Indonesia belum maksimal.

Koperasi sering dilihat sebagai sokoguru perekonomian Indonesia. Tapi, jarang yang menjadikan koperasi sebagai satu kesatuan proses penguatan ekonomi bangsa. Bisa jadi, hal itu terjadi karena pemahaman filosofi koperasi sebagai roh kekuatan ekonomi masih kurang.

Perlu ditelaah sistem perekonomian di Indonesia. Ada korporasi, ada koperasi. Keduanya berbeda, tapi bisa bersinergi. Ada korporasi yang memiliki koperasi, ada pula koperasi yang memiliki korporasi. Di negara lain, sinergi antara korporasi dan koperasi terwujud dan saling menguatkan.

Misalnya, di Vietnam, ada koperasi yang memiliki korporasi dalam bentuk hipermarket. Korporasi itu menjadi konektivitas produk UKM, UMKM, dan IKM di negara tersebut. Koperasi berhasil membangun korporasi yang menjembatani kebutuhan para pelaku usaha, yaitu pasar.

Secara tidak langsung, koperasi menjadi penguat perekonomian sekaligus pemberi peluang kesejahteraan bagi pelaku usaha. Itu merupakan contoh kecil sinergisitas koperasi dan korporasi yang menguatkan perekonomian negara.

Mungkin ada pihak yang mengkritisi bahwa korporasi dan koperasi tak bisa disatukan. Sebab, dua istilah itu sangat berbeda. Korporasi diartikan sebagai perusahaan dengan unsur mempekerjakan pegawai dan mendapat untung sebesar-besarnya. Lalu, koperasi lebih didominasi unsur kerja sama seluruh anggota untuk kesejahteraan bersama.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads