alexametrics

67 Tahun Unair, Nasionalisme dalam Tridarma

Oleh ALI SAHAB *)
10 November 2021, 19:48:01 WIB

UNIVERSITAS Airlangga (Unair) pada 10 November 2021 memasuki usia ke-67 tahun. Usia yang cukup matang bagi perguruan tinggi dalam menyelenggarakan tridarmanya. Keberadaan Unair di masyarakat semakin nyata dirasakan sumbangsihnya. Di masa pandemi Covid-19, Unair bergerak bersama stakeholder lainnya menyukseskan program percepatan vaksinasi pemerintah. Vaksinasi itu diperuntukkan bagi umum, ibu hamil, mahasiswa, serta dosen dan tenaga kependidikan Unair.

Unair juga sudah melahirkan alumni-alumni yang sukses di kancah nasional maupun internasional. Signifikannya reputasi alumni Unair bisa dilihat dari capaian Unair terkait employer reputation dari Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings (WUR) yang menempati posisi kedua. Employer reputation merupakan penilaian dari pimpinan perusahaan mengenai reputasi alumni Unair.

Kelahiran Unair merupakan bentuk upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Unair menjadi universitas pertama di wilayah Indonesia Timur. Berawal dari School Tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) tahun 1902. Tahun 1913, didirikanlah sekolah dokter di Surabaya bernama Netherlandsch Indische Artsen School (NIAS). Setelah itu, pada 1928, didirikan School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT), sekolah untuk kedokteran gigi.

Selama berdiri sampai sekarang sudah 13 rektor memimpin. Rektor pertama Unair adalah Prof Dr Mr Abdoel Gaffar Pringgodigdo (menjabat 1954–1961) dan rektor saat ini Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak (2015–sekarang). Seiring berjalannya waktu dan tantangan zaman, fakultas dan program studi (prodi) juga bertambah. Sekarang Unair terdiri atas 15 fakultas, 1 sekolah, 72 departemen, dan 174 prodi.

Bukti komitmen nasionalisme dan keinginan mencerdaskan kehidupan bangsa bisa dilihat dari kerja sama Unair dengan Pemda Banyuwangi. Unair membuka Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi pada 2014. Ada empat prodi di Banyuwangi, yaitu S-1 akuntansi, S-1 kedokteran hewan, S-1 kesehatan masyarakat, dan S-1 budi daya perairan.

Nasionalisme dalam Tridarma Perguruan Tinggi

Tridarma perguruan tinggi merupakan tiga aktivitas utama sebagai bentuk komitmen nasionalisme, khususnya terkait dengan upaya mencerdaskan masyarakat. Meliputi (1) pendidikan dan pengajaran, (2) penelitian dan pengembangan, serta (3) pengabdian kepada masyarakat. Tridarma itu harus dilaksanakan seluruh civitas academica. Pendidikan dan pengajaran sebagai core business dengan tetap menjaga mutu. Khususnya di masa pandemi ini, dunia pendidikan harus cepat melakukan penyesuaian-penyesuaian. Unair dalam menjalankan pendidikan dan pengajaran di masa pandemi ini tetap berkomitmen menyelenggarakan pengajaran, yaitu secara daring. Unair lebih siap karena sudah mempunyai sistem e-learning yang selama ini sudah diimplementasikan.

Unair juga berkomitmen kepada setiap mahasiswa tuntas dalam melaksanakan pendidikannya di Unair. Saat pandemi Covid-19, banyak mahasiswa yang terdampak, khususnya perekonomian keluarga. Melihat hal tersebut, Unair menyetujui penurunan uang kuliah tunggal (UKT) 8.191 mahasiswa dari total 8.312 permohonan yang masuk.

Di bidang penelitian, banyak penelitian yang dilakukan civitas academica Unair. Dari penelitian tersebut sudah banyak yang dihilirisasi. Penelitian yang terbaru Unair adalah Vaksin Merah Putih yang rencananya diproduksi massal pada 2022.

Pengakuan atmosfer riset di Unair diakui dunia. Stanford University dan Elsevier merilis Top 2% Scientist in the World. Salah satu peneliti dunia tersebut adalah Prof Dr Moh. Yasin MSi, guru besar Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair. Pengabdian kepada masyarakat menjadi komitmen Unair. Pemberian anggaran untuk pengabdian masyarakat menjadi tolok ukur bagaimana Unair berbagi, mendampingi, dan mencintai masyarakat.

Editor : Dhimas Ginanjar




Close Ads