alexametrics

Argumen Keagamaan Larangan Mudik

Oleh MOH. HASAN MUTAWAKKIL ALALLAH *)
10 April 2021, 19:48:59 WIB

BERITA Utama Jawa Pos (09/04/2021) sangat nendang: Tutup Peluang Mudik Lebaran. Hari-hari ini memang semua orang membicarakan masalah mudik. Penyebabnya adalah kebijakan pemerintah menerbitkan aturan soal peniadaan mudik dan pembatasan mobilitas orang selama Lebaran 2021. Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. Siapa pun pihak yang melanggar ketentuan akan dikenai sanksi. Mulai dari denda, sanksi sosial, hingga kurungan dan/atau pidana sesuai dengan peraturan perundang-undang.

Larangan mudik sudah dua kali dilakukan oleh pemerintah karena situasi pandemi Covid-19. Yang pertama tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam Rangka Pencegahan Persebaran Virus Korona.

Kebijakan serupa kembali diberlakukan pada Idul Fitri 1442 H. Melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, pemerintah menegaskan meniadakan mudik. ”Alasan dilarangnya mudik Lebaran 2021 adalah karena masih tingginya angka penularan dan kematian di masyarakat serta tenaga kesehatan akibat Covid-19,” begitu ucapan Muhadjir Effendy, seperti dilansir banyak media nasional kala itu (26/3/2021).

Dalam pandangan al-faqir, larangan mudik itu juga bisa dijelaskan dengan menggunakan argumen keagamaan. Kebijakan larangan mudik dari pemerintah kali ini sudah sesuai dan sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 195 yang artinya, ”Janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan”. Dan juga sangat sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW yang melarang orang untuk masuk ke daerah yang sedang dilanda wabah dan atau keluar dari daerah tersebut.

Kita semua patut bersyukur ke hadirat Allah, di mana atas ikhtiar pemerintah kita, bangsa Indonesia dapat melaksanakan vaksinasi. Di antaranya, dengan vaksin Sinovac dan AstraZeneca buatan Inggris yang diproduksi di Korea Selatan. Vaksin-vaksin ini sudah digunakan di puluhan negara, termasuk negara-negara yang mayoritas Islam. Seperti Arab Saudi, Maroko, Uni Emirat Arab, Mesir, dan negara-negara lain. Dan masih puluhan negara yang antre untuk mendapat vaksin-vaksin tersebut.

Selanjutnya, kami juga merespons positif upaya pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 ini dengan dikeluarkannya edaran yang melarang untuk mudik. Niatan pemerintah ini tentu ditujukan untuk menjaga amanah, yaitu menjaga keselamatan dan nyawa rakyatnya. Oleh karenanya, perlu kita pahami bahwa silaturahim yang ingin dilakukan dalam konteks mudik hukumnya sunah. Sedangkan menjaga keselamatan nyawa hukumnya wajib.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads