alexametrics

Ekonomi Digital di Tahun Pemulihan

Oleh JOHN RIADY*
10 Januari 2022, 13:38:00 WIB

KENDATI masih digelayuti kekhawatiran munculnya varian baru Covid-19, perekonomian nasional diprediksi mulai menunjukkan optimisme pemulihan. Itu seiring laju pertumbuhan ekonomi yang positif pada rentang 3,5–4 persen sepanjang 2021. Juga, banyaknya peluang yang bisa digali pada ”Tahun Macan Air”

Meskipun terdapat beberapa tantangan dari sisi makro terkait inflasi hingga pertumbuhan kredit yang minim, masih terdapat banyak peluang demi meraih pertumbuhan maksimal pada tahun ini. Dengan kesuksesan program vaksinasi yang akan dilanjutkan pada 2022, persoalan pandemi Covid-19 akan jauh lebih terkendali. Sebab, persentase masyarakat yang telah divaksin lengkap akan semakin tinggi. Pemerintah pun sigap mempersiapkan langkah mitigasi dan strategi yang sejauh ini terbukti berhasil.

Kemunculan varian Omicron tidak akan separah varian Delta. Hal ini berkat pelaksanaan program vaksinasi nasional yang telah berjalan maupun perintah Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan program vaksin booster.

Indonesia masih memiliki potensi untuk memetik pertumbuhan yang positif pada 2022. Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional akan berada pada rentang 4,7–5,5 persen. Adapun lembaga global seperti Bloomberg mematok pertumbuhan ekonomi RI di kisaran 5,2 persen.

Pandemi Covid-19 yang menghambat interaksi sosial dan mobilitas pada sisi lain telah memunculkan sektor digital yang kuat. Dari data yang ada, valuasi ekonomi digital kita sangat tinggi. Begitu pun proyeksi hingga beberapa tahun ke depan. Pandemi telah mempercepat akselerasi digital tersebut. Karena itu, saya yakin ini akan jadi motor pertumbuhan baru.

Berdasar data Kementerian Keuangan, valuasi ekonomi digital pada 2021 mencapai Rp 1.005 triliun atau USD 70 miliar. Berdasar riset terbaru Google, perekonomian digital Indonesia pada 2025 diproyeksikan menyentuh USD 146 miliar.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c6/fal




Close Ads