alexametrics

Abdul Malik Fadjar: Negarawan, Pendidik, dan Agamawan Lintas Generasi

Oleh Dr FAUZAN MPd*
8 September 2020, 12:21:15 WIB

UNIK, cerdas, santai, santun, sederhana, dan berwibawa. Inilah sosok yang hendak berulang tahun (hari lahir yang ke-81 tahun). Ia adalah Profesor Abdul Malik Fadjar yang lahir di Kota Mungkid, Magelang, Jawa Tengah.

Salah satu keunikan yang paling mencolok adalah sebagai perokok berat keretek yang banyak orang tidak sanggup mengisapnya. Tetapi, Profesor Malik mengisapnya sampai sekarang, sekalipun Majelis Tarjih Muhammadiyah mengeluarkan fatwa ’’haram’’ merokok. Hal ini tentu memberikan pelbagai pertanyaan: ada apa dengan Profesor Malik, kenapa tetap merokok?

Indonesia di bawah Presiden Soeharto adalah situasi yang cukup keras. Sebagai salah satu pejabat di lingkungan Orde Baru, saat-saat terakhir kejatuhan Presiden Soeharto, Abdul Malik Fadjar merupakan salah seorang yang turut menyaksikan langsung saat Presiden Soeharto mengundurkan diri di hadapan publik.

Baca juga: Mantan Menteri Pendidikan Abdul Malik Fadjar Wafat

Penerimaan publik kepada Profesor Malik tidak tiba-tiba. Ada proses pendidikan dan kaderisasi yang mumpuni. Pandai bergaul dan juga mampu melakukan adaptasi, dialogis serta dialektis. Tidak ngotot dan sembrono atas sesuatu. Agaknya inilah kuncinya.

Sebagai tokoh Muhammadiyah, Profesor Malik bukan orang baru. Beberapa periode terpilih menjadi anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah (empat periode sejak 1990–2015), suatu kepengurusan yang cukup panjang.

Sosok Profesor Malik di lingkungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sangat disegani. Terutama saat berbicara soal perguruan tinggi Muhammadiyah dan isu-isu pendidikan nasional. Tidak ada yang meragukan dalam dua masalah ini. Tentu saja ada banyak kelebihan lainnya dari Profesor Malik di kalangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah ketika itu. Bahkan agaknya sampai sekarang masih tetap berpengaruh.

Keterlibatan Profesor Malik di Muhammadiyah tidak perlu diragukan lagi. Sosok manajer yang andal tampak jelas pada Profesor Malik. Bagaimana harus mengelola dua perguruan tinggi Muhammadiyah (Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Muhammadiyah Surakarta) ditempuh dengan perjalanan darat. Ketekunan dan kegigihannya memberikan dampak yang hebat pada dua universitas di lingkungan Muhammadiyah saat ini. Dapat dikatakan inilah dua universitas Muhammadiyah terbaik di Indonesia saat ini. Profesor Malik telah memberikan fondasinya dengan sangat bagus.

Saat pendidikan tinggi Islam tidak banyak mendapatkan perhatian masyarakat, Profesor Malik bergerak sangat brilian dan di luar pemikiran kebanyakan pejabat di dunia pendidikan Islam. Profesor Malik berani membuat kebijakan revolusioner dengan mengubah nama IAIN menjadi UIN serta fakultas tarbiyah di PTAIS menjadi fakultas ilmu agama (fakultas agama Islam). Serta beberapa perubahan sangat mendasar di lembaga pendidikan tinggi PTAIN dan PTAIS ketika itu.

Perubahan tersebut saat ini memberikan berkah yang sangat luar biasa: pendidikan tinggi keagamaan berada sejajar dengan perguruan tinggi non keagamaan. Kebijakan Profesor Malik merupakan sesuatu yang ’’melampaui zamannya’’, bahkan dapat pula dikatakan sebagai kebijakan yang ’’keluar pagar perguruan tinggi keagamaan’’. Kurang menjaga tradisi keagamaan-keislaman, demikian kira-kira.

Baca juga: Din Syamsuddin Kenang Perjalanan Abdul Malik Fadjar

Ketekunan, kecerdasan, profesionalisme, pendidik, aktivis mahasiswa, serta pejabat semuanya telah dirasakan oleh Profesor Malik bahkan hingga usia 80 tahun saat ini. Sikap tidak angkuh jelas tergambar, sikap mendidik dan bersahabat terpancar dalam pribadi Profesor Malik. Namun, jangan dilupakan pula selera humornya yang cukup tinggi. Soal merokok, kenduri, dan yasinan, misalnya, buat Profesor Malik dianggap sebagai ’’refreshing’’ dalam kehidupan. Baginya, ’’Tidak usah semuanya dianggap serius. Jalani secara rileks saja.’’ Hidup yang rileks itulah yang agaknya turut pula memperpanjang umurnya ketika banyak temannya dari generasi seusia Profesor Malik yang telah berpulang menghadap Sang Khalik. (*)

*) Rektor Universitas Muhammadiyah Malang

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra




Close Ads