Pandemi, Tantangan Edukasi Pajak dan Perannya Pada Perilaku Taat Pajak

Agustine Dwianika, SE., M.Ak., CMA., CIBA*
7 Mei 2021, 16:15:05 WIB

JawaPos.com – Siapa sih yang tidak jengah jika bermasalah dengan pajak? Baik pajak individu, terlebih pajak perusahaan. Memang, urusan satu ini menjadi problematika tersendiri. Seringkali Wajib Pajak (WP) individu atau perusahaan cenderung menghindari pembayaran pajak, yang bisa saja muncul karena faktor-faktor yang kurang terprediksi. Memang sudah sifatnya, manusia akan memilih untuk menanggung sesuatu yang “nihil” dibanding melunasi “kejutan” pajak di akhir tahun.

Pekerjaan Rumah pemerintah untuk menggali kesadaran pajak relatif tidak mudah, terlebih di masa Pandemi Covid-19 yang melanda di dua tahun belakangan ini. Tentu, target pendapatan pajakpun terdampak.

Jika kita runut kebelakang upaya pemerintah di era kenormalan baru ini, ada beberapa kebijakan yang perlu kita cermati. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (ditetapkan menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 menjadi Undang-Undang).

Kebijakan ini diikuti dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran (APBN) 2020.Jelas, berbagai relaksasi ini bentuk upaya pemerintah dalam menjaga kepatuhan pajak WP.

Kebijakan perubahan target pendapatan pajak, mau tidak mau harus dilakukan. Perpres 54/2020 telah mengubah target penerimaan negara menjadi Rp1.760,9 triliun, nilai itu turun Rp472,3 triliun dari target awal penerimaan negara sebelumnya yang sebesar Rp2.233,2 triliun. Sementara itu, untuk alokasi belanja negara meningkat Rp73 triliun dari sebelumnya Rp2.540,4 triliun menjadi sebesar Rp2.613,8 triliun. Defisit anggaran yang semula 1,76% diubah menjadi 5,07%. Total utang yang awalnya hanya Rp307,2 triliun berubah menjadi Rp852,93 triliun.

Setelah berbagai upaya dilakukan, edukasi pajak tetap memegang peranan strategis. Sebenarnya Edukasi Pajak telah dimulai jauh sebelum terjadinya wabah ini, namun kembali lagi kesuksesannya memang tergantung dari perilaku WP. Edukasi pajak erat kaitannya dengan moral pajak. Berbagai saluran dibuat untuk semakin mendekatkan Direktorat Jendral Pajak (DJP) di hati masyarakat.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads