alexametrics

Inflasi Abnormal Tanda-Tanda Stagflasi

Oleh BHIMA YUDHISTIRA A.*
5 Juli 2022, 15:18:44 WIB

SUDAH mulai ada tanda-tanda inflasi mengarah ke stagflasi. Kenaikan inflasi yang tinggi pada Juni, misalnya, bersifat abnormal.

Sebab, secara musiman, pasca-Lebaran, idealnya inflasi mulai menurun akibat normalisasi harga pangan.

Ini pertanda adanya sinyal stagflasi. Yakni, kondisi kenaikan inflasi tidak dibarengi dengan naiknya kesempatan kerja. Masih ada 11,5 juta tenaga kerja yang terdampak pandemi. Misalnya, korban PHK dan karyawan yang mengalami pengurangan jam kerja.

Tekanan inflasi beberapa bulan ke depan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun depan mencapai 4,5–5 persen year-on-year (YoY). Risiko terbesar adalah imported inflation, yaitu pelemahan kurs yang membuat harga berbagai barang di dalam negeri meningkat.

Sudah waktunya pemerintah lebih serius soal pangan. Tambah alokasi subsidi pupuk. Biaya produksi pangan naik karena harga pupuk mahal. Pangkas rantai distribusi yang terlalu panjang. Nyatanya, kenaikan harga pangan tidak untungkan petani. Yang untung adalah spekulan atau pedagang besar.

Jaring pengaman sosial, khususnya bantuan selama pandemi, harus dilanjutkan agar 40 persen kelompok paling bawah bisa terlindungi dari stagflasi. Pemerintah juga perlu menaikkan serapan kerja di sektor industri manufaktur maupun UMKM dengan bauran kebijakan.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini: