alexametrics

Lebih Siap Mengantisipasi Krisis

Oleh DAVID SUMUAL, Chief Economist BCA
4 Oktober 2021, 13:34:11 WIB

DUA krisis yang datang dari eksternal menjadi kewaspadaan di dalam negeri. Yaitu, krisis keuangan akibat gagal bayar utang di Amerika Serikat (AS) dan risiko stabilitas keuangan yang disebabkan runtuhnya raksasa properti dari Tiongkok, Evergrande.

Untuk Evergrande, pemerintah Tiongkok sudah melakukan crack down di beberapa sektor.

Termasuk properti. Menurut saya, bagi Indonesia akan kecil dampaknya. Beda ceritanya dengan krisis finansial global yang terjadi 2008 lalu yang dipicu persoalan Lehman Brothers. Saat itu, yang terjadi adalah kegagalan sistem finansial secara sistemik. Kali ini lebih terlokalisasi di Evergrande yang memang over leverage posisi keuangannya.

Pemerintah Tiongkok pun melihat sistem finansial di sana masih cukup solid. Itu terbukti dengan tindakan mereka yang hanya melakukan intervensi di pasar uang untuk menenangkan pasar.

Memang, leverage-nya tinggi. Ada utang USD 303 miliar dengan USD 20 miliar bentuknya obligasi yang banyak dimiliki asing. Jadi, pemerintah Tiongkok hanya intervensi di pasar uang antarbank. Itu untuk mencegah kekhawatiran pasar.

Hasil intervensi itu terlihat cukup menenangkan pasar. Dengan demikian, dampaknya terhadap Indonesia pun cukup kecil.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads