alexametrics

RUU Kesejahteraan Ibu-Anak dan Otak Bayi

Oleh BADRUL MUNIR *)
4 Juli 2022, 19:48:25 WIB

RENCANA DPR untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak yang berisi usulan memberi cuti melahirkan selama 6 bulan menarik didiskusikan. Hal ini bukan hanya lebih panjang dari cuti sebelumnya, yakni 3 bulan (UU Nomor 2003). Namun, juga ada usulan untuk tetap memberikan hak penuh kepada yang cuti.

Kondisi tersebut tentunya menimbulkan pro dan kontra. Apalagi, banyak pihak yang merasa dirugikan dengan RUU itu. Dan juga ada beberapa pihak yang mencurigai adanya kepentingan politik untuk mendapatkan simpati publik menyongsong perhelatan politik 2024.

Sesungguhnya memberikan cuti melahirkan 6 bulan bahkan lebih panjang sudah banyak dilakukan oleh beberapa negara maju. Bukan hanya cuti melahirkan, beberapa negara juga memberikan cuti hamil yang cukup panjang. Yang unik, beberapa negara masih memberikan pilihan untuk memperpanjang cuti melahirkan setelah masa cuti. Dan yang menarik, ada beberapa negara seperti Denmark, Norwegia, dan Swedia yang memberikan cuti bagi suami yang istrinya melahirkan dengan mendapat hak-hak penuh sebagai karyawan.

Sinaptogenesis

Menurut para ahli neurosains, masa emas pertumbuhan anak (golden periode) sangat ditentukan dalam 1.000 hari pertama kehidupan bayi. Yakni mulai kehamilan, kelahiran, hingga masa bayi. Periode tersebut harus benar-benar dimanfaatkan oleh calon orang tua agar tumbuh kembang si buah hatinya optimal. Sebab, bila sudah terlewati, tidak akan bisa terulang lagi.

Saat bayi lahir, ukuran otak hanya 25 persen dari ukuran otak orang dewasa. Namun akan meningkat dua kali lipat dalam satu tahun pertama. Saat baru lahir, di otak bayi didapat 100 miliar sel otak dan 50 triliun sinaps. Perlu diketahui, setiap satu sel otak memiliki 2.500 sinaps yang akan berkembang dengan cepat dengan proses neurogenesis dan sinaptogenesis.

Sinaps adalah hubungan antarsel neuron yang dihubungkan oleh beberapa zat kimia otak (neurotransmiter), aktivitas listrik yang diperantarai oleh natrium, kalium, kalsium, dan lainnya. Jumlah sinaps ini menentukan kualitas otak bayi. Semakin banyak dan kompleks sinapsnya, semakin bagus kualitas otak bayi. Begitu juga sebaliknya. Dan perkembangan ini yang disebut sinaptogenesis terjadi optimal saat bayi lahir sampai usia 5 tahun. Sehingga stimulus sangat penting pada periode ini.

Stimulus untuk tumbuh kembang otak ini sangat penting. Terutama stimulus dari lingkungan terdekatnya. Karena pada dua tahun pertama kelahirannya lebih dominan perkembangan saraf sensorik dan motorik (sensorimotoric). Maka, stimulus untuk fase ini sangat penting sesuai tahapan dengan perkembangan pancaindra bayi yang dimulai dengan indra pendengar, penglihat, peraba, dan lainnya.

Memberikan stimulus ini akan lebih sempurna bila diberikan oleh orang yang paling dekat dan paling mencintai bayi, yakni ibu dan bapak dari bayi tersebut. Maka, sudah selayaknya negara memberikan kesempatan kepada orang tua bayi untuk memberi stimulus positif agar kelak menjadi generasi bangsa yang berkualitas sebagai calon penerus pembangunan bangsa.

Dalam sinaptogenesis di 3 bulan awal kehidupan bayi, ada bagian otak yang sangat penting untuk pembentukan kecerdasan dan mental bayi karena di bagian otak yang bernama hipokampus dan sistem limbik berkembang sangat cepat. Stimulus pada fase ini sangat dibutuhkan dan wajib diberikan selama 3 bulan awal ini. Dan ini membutuhkan kontak erat antara orang tua dan bayinya agar fase ini bisa optimal dalam tumbuh kembang otak bayi.

Sentuhan, belaian, suara, dan dekapan ibunya sangat penting untuk kecerdasan dan tumbuh kembang emosi bayi. Hal ini dikarenakan sinaps di daerah tersebut akan berkembang sangat cepat dan menjangkau banyak sel otak. Sehingga terbentuk jaringan (network) yang baik pada hipokampus untuk fungsi kecerdasan dan sistem limbik untuk perkembangan emosi-mental bayi. Bersamaan dengan itu, akan terjadi juga tumbuh kembang sinaps di bagian otak lain. Seperti bagian untuk motorik dan sensorik untuk penglihatan dan pendengaran dan gerakan bayi yang semuanya membutuhkan stimulus dan nutrisi optimal.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: