alexametrics

Dicari: Talent-Talent Digital

Oleh BHIMA YUDHISTIRA ADHINEGARA*
3 Mei 2021, 14:15:48 WIB

TRANSFORMASI digital menjadi tantangan para tenaga kerja Indonesia. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menunjukkan bahwa Indonesia masih membutuhkan 9 juta pekerja untuk mengisi sektor teknologi informasi dari 2015 sampai 2030.

Artinya, masih kekurangan sekali talent-talent digital.

Sementara itu, digitalisasi yang begitu cepat belum banyak direspons dengan kenaikan skill oleh para pekerja. Angkatan pekerja baru yang saat ini berjumlah 130 juta orang, dan meningkat 2,3 juta orang per tahun, tidak semuanya siap. Mayoritas belum memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk masuk ke dunia digital.

Sementara itu, mereka yang sudah masuk ke pasar tenaga kerja harus memiliki mindset bahwa pendidikan itu tidak selesai saat lulus mengikuti training atau mendapat ijazah SMK/perguruan tinggi. Tapi, pekerja juga dituntut untuk upskilling (meningkatkan keterampilan). Agar kemampuannya relevan dengan perkembangan teknologi.

Sebab, keberadaan transformasi otomasi, 3D printing, dan artificial intelligence menjadi ancaman bagi pekerja yang bersifat manual. Khususnya di industri padat karya. Jadi, yang sudah bekerja di pabrik pun tidak lagi bekerja pada satu bidang. Mereka dituntut untuk memahami bidang-bidang baru.

Misalnya, operator pabrik harus bisa menguasai analisis data, pengoperasian robot, dan perawatan mesin ketika mengalami kerusakan. Yang dibutuhkan memang pekerja yang terus mau belajar.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c19/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads