JawaPos Radar

Viral Air Zamzam Berlabel #2019GantiPresiden, Gerindra Bilang Begini

31/08/2018, 19:51 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Air Zamzam 2019 Ganti Presiden
Tampak Jamaah Haji sedang memperlihatkan air zamzam dalam kemasan yang suah berlabel #2019GantiPresiden. (istimewa)
Share this

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid mendesak polisi agar segera mengusut pihak-pihak yang memberikan jamaah haji air zamzam yang dikemas dengan label ‎#2019GantiPresiden.

Menurut Sodik, ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan momen ibadah haji ini dengan kegiatan politik. Karena itu, aparat polisi diminta untuk mengungkap oknum di balik penyebar air zamzam kemasan berlabel #2019GantiPresiden.

"Tindakan tersebut bukan hanya menganggu misi ibadah haji, tapi juga bisa menganggu nama baik Indonesia dan juga menyudutkan pihak tertentu," ujar Sodik saat dihubungi, Jumat (31/8).

Ketua DPP Partai Gerindra ini juga mengaku sudah menanyakan kepada tokoh-tokoh gerakan #2019GantiPresiden. Semuanya mengaku tidak tahu perihal air zamzam dengan label #2019GantiPresiden.

"Coba pikirkan siapa yang punya akses ke tempat kemasan air zamzam itu, jamaah atau petugas," tanyanya.

‎Sebelumnya, ‎media sosial kini dihebohkan dengan pembagian air zamzam untuk para jamaah haji dengan bertuliskan #2019GantiPresiden.

Diketahui, dalam foto yang beredar di media sosial tampak beberapa kardus putih dengan bertuliskan #2019GantiPresiden. Tampak seorang ibu-ibu lagi membenahi sebuah kardus tersebut. Selain itu juga ada pria memakai peci sedang melihat air zamzam bertuliskan #2019GantiPresiden.

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Humas, Data dan Imformasi Kementerian Agama (Kemenang) Mastuki, pihaknya mengaku sudah mendapat laporan adanya air zamzam yang dilabeli #2019GantiPresiden.

"Viral air zamzam itu kami mendapatkan informasi yang sama," ujar Mastuki saat dihubungi, Jumat (31/8).

Lebih lanjut Mastuki mengatakan saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti dari berbagai apakah air zamzam tersebut benar adanya. Sehingga nantinya bisa ditindaklanjuti.

"Kami sedang mengumpulan informasi dari berbagai pihak," katanya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up