JawaPos Radar

Survei LSI, Mayoritas Publik Percaya Polri Bisa Tanggulangi Terorisme

31/07/2018, 17:43 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Densus 88
Densus 88 Polri saat melakukan pengamanan dan penggerebakan teroris. (Issak/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Maraknya aksi terorisme menjadi perhatian banyak pihak. Kali ini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei persepsi publik terhadap aksi kelompok radikal. Hasilnya, masyarakat percaya Polri merupakan instrumen pemerintah yang mampu menanggulangi terorisme.

Peneliti LSI Ardian Sopa menyatakan, mayoritas publik mendukung adanya undang-undang (UU) yang bisa lebih memudahkan aparat menanggulangi terorisme. Hal itu supaya pencegahan terorisme bisa dilakukan lebih efektif.

"Yang menyatakan setuju UU antiterorisme bisa menanggulangi terorisme mencapai angka mayoritas, 79.3 persen. Yang menyatakan tidak setuju hanya 3.6 persen, dan sisanya menyatakan tidak tahu atau tidak jawab," ujar Ardian di Jakarta, Selasa (31/7).

Ardian menuturkan, dari hasil risetnya tersebut diketahui juga mayoritas masyarakat setuju dengan prinsip dasar UU antiterorisme. Karena perngertian terorisme adalah perilaku kejahatan bermotif politik, ideologi atau kepentingan internasional. 

"Yang menyatakan setuju dengan prinsip definisi terorisme harus punya motif politik sebanyak 63 persen. Yang setuju dengan prinsip aparat hukum boleh menyadap terduga pelaku terorisme jika mempunyai dua alat bukti yang cukup dan kemudian dimintakan persetujuan pengadilan sebanyak 72.5 persen," jelasnya.

Lebih jauh Ardian mengatakan, dari hasil survei LSI lebih dari 50 persen masyarakat setuju jika anggaran pemberantasan terorisme ditambah, sebagai langkah dukungan membasmi kelompok radikal.

"Sebanyak 51.3 persen publik setuju kenaikan anggaran bagi aparat hukum dengan tujuan pemberantasan terorisme, yang menyatakan tidak setuju di angka 24.2 persen, dan sisanya 24.5 persen menyatakan tidak tahu atau tidak jawab," lanjutnya.

LSI pun mengungkapkan, ada tiga lembaga pemerintah yang dipercayai publik dalam skala lebih luas yaitu, TNI di angka 90.4 persen, KPK di angka 89.0 persen, dan Polisi 87.8 persen. 

"Dengan legitimasi sekuat itu, polri dipercaya publik mampu menumpas terorisme hingga ke akarnya, akar sosial, ekonomi dan ideologisnya," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up