Harlah NU ke-95

Gus Mis: 109 Kepala Daerah dari PDIP adalah Kader NU

31 Januari 2021, 11:26:40 WIB

JawaPos.com – Harlah ke-95 Nahdlatul Ulama (NU) dinilai memiliki nilai historis tersendiri bagi PDI Perjuangan (PDIP). Sebab, sejak zaman perjuangan, Bung Karno tak pernah lepas dari dukungan para kiai NU.

Hal itu diungkapkan Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Zuhairi Misrawi (Gus Mis) dalam rangka menyambut hari jadi kaum Nahdiyin. menurtnya, hubungan Bung Karno dan Kiai NU itu bersifat saling menguatkan. Bahkan, kata dai, saat ini ada 109 kader NU yang menjadi kepala daerah dari partai berlambang kepala banteng itu.

“Tercatat ada 109 kepala daerah PDI Perjuangan merupakan kader NU. Bahkan jumlah ini terbesar diantara parpol se-Indonesia,” kata Gus Mis dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Minggu (31/1).

Gus mis juga menuturkan, para kiai NU berada di garda terdepan dalam memberikan dukungan pada Pancasila. Menurutnya, hadratussyaikh Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri NU melakukan puasa dan solat istikharah, memohon pertolongan kepada Allah SWT agar Pancasila dapat menjadi pemersatu bangsa

“Dalam muktamar NU 1984, NU menyebutkan Pancasila sebagai ideologi yang di dalamnya sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Ini membuktikan NU menjadi penjaga terdepan ideologi Pancasila. Tugas kita, menurut NU, adalah mengamalkan setiap sila di dalam Pancasila dalam kehidupan nyata,” ujar Gus Mis.

Baca Juga: Pernyataan Nadiem Soal Polemik Jilbab Lukai Dunia Pendidikan

Dia menyebut, momen tersebut lalu disempurnakan saat penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahirnya Pancasila, yang diusulkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Sehingga Pancasila benar-benar menghujam dalam sanubari warga-bangsa. Penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahirnya Pancasila membuktikan betapa NU dan PDI Perjuangan berada dalam satu nafas perjuangan,” ujar Gus Mis.

Ke depan, Gus Mis juga meyakini, kebersamaan PDI Perjuangan dan NU akan semakin memperkokoh semangat kebangsaan. Hal ini karena memiliki keyakinan yang sama pada Pancasila sebagai penuntun bangsa yang di dalamnya meniscayakan gotong-royong, kolaborasi, kerja sama, dan kebersamaan.

“Kolaborasi PDI Perjuangan dan NU telah menjadikan negeri ini semakin solid dan kokoh, sehingga menjadi negara yang berdaulat,” pungkas Gus Mis.

Editor : Eko D. Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads