alexametrics
Kaleidoskop 2018

Megawati Takut Disadap, Habib Rizieq Dikerjai Intelijen Hitam?

30 Desember 2018, 20:00:58 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengaku khawatir jika dirinya menjadi korban penyadapan. Bahkan untuk mengakalinya dia kerap meminjam handphone orang lain untuk berkomunikasi.

Cerita Megawati itu sempat viral pada pertengah November lalu. Kemudian di bulan yang sama Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memberikan gelar pahlawan nasional kepada 6 tokoh, salah satunya adalah mendiang kakek Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

Habib Rizieq
Imam Besar FPI Habib Rizieq saat menjalani pemeriksaan terkait rumahnya yang ditempeli bendera mirip ISIS. (Ist/JawaPos.com)

Tapi yang paling geger adalah soal kabar sebuah bendera tauhid terpasang disalah satu dinding rumah Habib Rizieq di Arab Saudi. Dengan kejadian ini juga membuat sang Imam Besar Front Pembela Islam dimintai keterangan oleh kepolisian setempat.

Kapitra Ampera yang saat itu masih mengaku menjadi kuasa hukum Rizieq Shihab pada saat itu memastikan, kliennya tidak ditahan oleh kepolisian Arab Saudi. Bahkan, saat ini Rizieq Shihab sudah kembali ke rumahnya berkumpul kembali bersama keluarga.

“Habib Rizieq itu tidak pernah ditahan. Dia sebentar aja kok (dimintai keterangannya, Red). Sekarang udah di rumah,” kata Kapitra kepada JawaPos.com,Rabu (7/11).

Lebih lanjut, Kapitra menegaskan, sebetulnya Rizieq Shihab tidak dipanggil oleh kepolisian Arab Saudi. Kliennya hanya sebatas dimintai keterangan dengan adanya bendera bertuliskan tauhid yang dianggap sebagai bendera ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di dinding rumahnya.

Mengingat, menurut caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, di Arab Saudi tidak boleh memasang bendera sembarangan. Karena ada aturan yang telah ditetapkan.

Namun versi berbeda dilontarkan oleh Dubes Indonesia di Riyadh Agus Maftuh Abegebriel. Dalam keterangan tertulisnya, Agus membeber kronologi permasalahan yang dihadapi Rizieq. Kasus itu bermula pada Senin (5/11) sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Rumah yang ditempati Rizieq tiba-tiba didatangi kepolisian Makkah.

Polisi datang karena mengetahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis. Bendera tersebut dipasang di dinding bagian belakang kediaman Rizieq. Dalam keterangan tertulisnya, Agus membeber kronologi permasalahan yang dihadapi Rizieq. Kasus itu bermula pada Senin (5/11) sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Rumah yang ditempati Rizieq tiba-tiba didatangi kepolisian Makkah. Polisi datang karena mengetahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis. Bendera tersebut dipasang di dinding bagian belakang kediaman Rizieq.

Setelah terjadi perdebatan, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu akhirnya angkat suara terkait kasus hukum yang menyandungnya di Arab Saudi. Sejumlah fakta pun diungkap olehnya.

HRS tidak memungkiri bahwa ada oknum yang menempelkan bendera di dinding rumahnya. Oleh karena itu sejumlah aparat kepolisian setempat mendatanginya untuk meminta keterangan. Dialog terjadi di belakang rumah HRS

“Pada saat saya keluar dari rumah poster itu sudah tidak ada, sudah dicabut oleh aparat. Jadi saya tidak pernah lihat poster tersebut,” kata HRS dalam siaran langsung Front TV, saluran resmi FPI, Jumat (9/11).

Habib Rizieq juga membantah bila ada yang menyebut ada penangkapan terhadap dirinya. Kepolisian Arab Saudi hanya sebatas meminta keterangan terhadap adanya bendera di dinding rumahnya. “Jadi tidak betul saya ditangkap, ditahan, rumah saya disergap, digeledah itu semua bohong,” tegasnya.

Saat menjalani pemeriksaan, setidaknya ada tiga pertanyaan yang dilontarkan penyidik. Pertama soal apakah dirinya yang menempel bendera tersebut. Kedua apakah HRS mengetahui oknum yang memasangnya. Kedua dengan tegas dibantah oleh HRS.

Pertanyaan ketiga kemudian terbilang cukup kritis. Penyidik menanyakan HRS apakah memiliki dugaan ada pihak tertentu yang ingin membuatnya bermasalah dengan hukum.

Setelah pemeriksaan selesai, karena kondisinya sudah terlalu larut, maka HRS memutuskan menginap di kantor polisi sesuai saran penyidik. Mengingat pada pagi harinya masih ada administrasi yang harus dilengkapi terkait pemeriksaan ini.

Singkat cerita, keesokan harinya setelah melengkapi administrasi, HRS dinyatakan hanya sebagai korban, serta dipersilahkan pulang ke kediamannya. Pada saat berbarengan datang utusan dari KJRI.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, menceritakan kisahnya yang sering meminjam handphone (HP) milik pembatu rumah tangganya. Itu dilakukan karena presiden ke-5 itu takut disadap

Megawati sengaja meminjam handphone milik pembantunya karena ia berpikiran tidak mungkin ponsel si pembantunya kena sadap. “Mana hp punya mu, saya mau telpon. Tidak mungkin juga kan handphone pembantu disadap,” ujar Megawati saat menceritakan kisahnya saat pembekalan caleg PDIP di DPP PDIP, Jakarta, Kamis (15/11).

Megawati mengaku sempat kaget karena si pembantunya memiliki handphone sebanyak lima buah. Bahkan Megawati berseloroh lebih kaya si pembantu karena memiliki banyak handphone.

“Saya ditertawakan pembantu saya, pembantu saya sampai punya lima. Saya waktu itu bilang kayaan kamu dari saya,” katanya.

Geger politik masih terjadi di PPP, karena dualisme masih terjadi di kubu partai berlambang Ka’bah itu. Jika PPP pimpinan Romahurmuziy mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf, nyatanya PPP pimpinan Humphrey Djemat mendukung Prabowo-Sandi. 

Ketua Umum PPP Mukhtamar Jakarta Humphrey Djemat mengatakan, kepengurusan ini diambil setelah melakukan rapat musyawarah kerja nasional (mukernas). Sehingga memutuskan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Menjatuhkan dukungan politknya untuk bersama berjuang dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden republik Indonesia nomor urut 02 yakni pasangan Prabowo-Sandi dalam momentum menuju Pilpres 2019,” ujar Humphrey di Gedung Galeri, Jalan Talang, Jakarta, Jumat (16/11).

Alasan mendukung Prabowo-Sandi ini karena ingin mewujudkan Indonesia dengan perbaikan ekonomi, politik, sosial keumatan dan juga hukum tanpa adanya diskriminasi.  Kemudian Prabowo juga dinilai mampu mewujudkan kemandirian, kedaulatan dan martabat bangsa Indonesia.

Keputusan PPP hasil Muktamar Jakarta ini mendapat dukungan penuh dari Relawan Golkar untuk Prabowo-Sandiga Uno (Go Prabu). Go Prabu yang berisi caleg Golkar pendukun Prabowo dan Anti Jokowi itu menyatakan, sangat mengapresiasi sikap PPP yang rasional dengan mendukung pasangan pilpres nomor urut 02.

“Kami Go Prabu sangat mendukung dan mengapresisasi positif dukungan PPP kepada capres/cawapres nomor urut 02. Ini keputusan yang sesuai dengan keinginan akar rumput PPP,” ujar Sekretaris Nasional Go Prabu, Fadhly dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Rabu (21/11).

Baginya, langkah PPP itu merupakan tanda kemenangan Prabowo-Sandi semakin dekat. Sebab dia yakin, akar rumput PPP akan ikut arahan Humphrey. “Alhamdulillah kemenagan kian dekat. Elit PPP merespon positif keinginan akar rumput dan kondisi ekonomi bangsa yang semakin terpuruk era Jokowi,” sambungnya.

Wakil Sekretaris Jenderal PPP pimpinan Rommy, Ahmad Baidhowi mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan langkah hukum bagi kubu PPP Humphrey karena tetap menggelar mukernas yang berujung dukungan pada Prabowo. 

“Melawan pidana kan harus dihukum. Sekarang lagi dilakukan proses pematangan pelaporan oleh LBH DPP PPP. Ya dalam minggu-minggu ini lah dilaporkan,” ujar Baidhowi kepada JawaPos.com, Kamis (15/11).

Dalam tuntutannya, Baidhowi menyebut bahwa PPP Humphrey bisa dituntut pasal berlapis. Mulai dari pencatutan nama, hingga perbuatan tidak menyenangkan.

Baidhowi mengatakan, pihaknya sebetulnya terbuka untuk menerima islah ini. Hal itu telah dibuktikan dengan diterimanya beberapa caleg dari kubu Humphrey.

“Kalau (islah, Red) itu harusnya mereka datang ke kami, karena kami yang resmi. Kami terbuka. Dari pencalegan kami buka,” kata Baidhowi kepada JawaPos.com.

Namun, sejauh ini Baidhowi melihat justru kubu Humphrey yang tidak menunjukkan itikad baik. Wacana islah tersebut hanya jadi omong kosong belaka tanpa realisasi.

“Memang (kubu Humphrey, Red) tidak mau bergabung. Mereka itu perusak partai. Mereka pengelana politik. Islah wacana doang,” tegasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (sat/JPC)

Megawati Takut Disadap, Habib Rizieq Dikerjai Intelijen Hitam?