JawaPos Radar

Digelar Saat NTB Berduka, Deklarasi Dukungan pada Moledoko Tuai Kritik

30/07/2018, 19:33 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Moeldoko
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko namanya menjadi salah satu calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo di Pilpres 2019. (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Deklarasi dari Aliansi Masyarakat (AMAN) NTB yang mendukung Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjadi calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo dinilai tidak tepat karena dilakukan di tengah suasana duka akibat gempa bumi.

Pengamat politik dari Universitas UIN Syarif Hidayatullah Pangi Syarwi Chaniago menilai, seharusnya akan lebih etis jika dukungan untuk Moeldoko dideklarasikan di waktu lain, baiknya setelah suasana duka masyarakat akibat gempa mereda.

“Sebetulnya kurang tepat momentumnya. Karena masyarakat Indonesia terutama rakyat Lombok, NTB sedang berduka karena gempa,” kata Pangi, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (30/7).

Direktur Eksekutif Voxpol Center itu melanjutkan, akan lebih baik jika masyarakat yang mendukung Moeldoko jadi bakal cawapres Jokowi mengalihkan aktivitasnya untuk lebih memperhatikan para korban gempa.

Diketahui, gempa yang mengguncang Lombok, NTB, berkekuatan 6,4 SR dan menewaskan belasan orang di Sumbawa Besar serta Lombok Timur, lebih dari 60 orang terluka, dan 1.000 lebih rumah rusak.

“Gempa Lombok mesti jadi perhatian serius ketimbang deklarasi hal yang politis. Kita senasib dan sepenanggungan. Artinya harus empati dan peduli dengan nasib saudara sendiri,” ungkap Pangi.

Sebagaimana diketahui, Aliansi Masyarakat NTB mendeklarasikan dukungan untuk Moeldoko menjadi cawapres Jokowi di Kota Mataram, Minggu (29/7). 

Ketua AMAN NTB Lalu Fauzi Haryadi mengatakan, dukungan untuk Moeldoko menjadi cawapres Jokowi diberikan karena Indonesia dinilai masih memerlukan kombinasi pemimpin sipil-militer.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up