alexametrics
Kebijakan Erick Thohir Disorot

Hendri: Kalau Tak Diganggu Malah Kerjanya Tidak Kelihatan

30 Juni 2020, 22:05:45 WIB

JawaPos.com – Indikator keberhasilan seorang menteri bisa dilihat oleh dua faktor. Pertama, kinerjanya dan kedua adalah soal kepuasan presiden.

Pernyataan itu diungkapkan oleh, pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio terkait kinerja Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dijelakan Hendri, indikator pertama, paling tepat bagi menteri itu adalah kepuasan Presiden, jadi kalau Presiden kemudian tidak masalah, kemudian Presiden senang itu berarti apa yang dilakukan Erick Thohir itu memang bagus dan tepat.

Selanjutnya, Indikator kedua adalah dilihat dari kinerjanya, apakah ada hasil yang sudah dikerjakan dan terasa manfaatnya atau tidak.

“Jadi dua indikator saja, pertama adalah indikator kepuasan Presiden yaitu presidenya tidak komplain, berarti baik-baik saja, kemudian indikator yang kedua kinerjanya, kalau kinerjanya bagus baik berarti memang langkah yang ditempuh si menteri baik,” ujar Hendri kepada wartawan, Selasa (30/6).

Terkait dengan kedua indikator tersebut, Hendri berpendapat bahwa Kementerian BUMN memiliki kinerja yang semakin membaik sejak dipimpin Erick Thohir. Hal itu bisa dilihat dari hasil kerja keras Erick dalam mendorong perusahaan BUMN ke arah yang lebih baik.

“Kalau Erick Thohir menurut saya sih bagus, kenapa karena contohnya Krakatau steel misalnya jadi untung setelah lama banget rugi, jadi artinya ada kinerja-kinerja BUMN yang membaik pasca di pimpin Erick Thohir,” ungkapnya

Hendri juga menyinggung soal adanya gangguan dan serangan yang dialamatkan oleh berbagai pihak yang tidak senang atas kebijakan Erick Thohir. Ia menganggap hal tersebut sebagai persoalan yang wajar mengingat kinerja Erick sudah terlihat jelas, sehingga mendapat sorotan masyarakat luas dan secara otomatis mengundang gangguan-gangguan bagi yang tidak suka.

“Justru kalau tidak diganggu malah kerjanya tidak kelihatan. Karena kerjanya kelihatan, maka gangguanya lebih banyak, adanya gangguan wajar, kenapa? karena kinerja Erick Thohir itu lagi kinclong maka pasti banyak gangguan-gangguan,” katanya.

Sementara pengamat dari Pusat Studi BUMN, Syamsul Anam berpandangan, fokus Menteri BUMN Erick Thohir dalam usaha membenahi perusahaan-perusahaan pelat merah sudah on the track.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Erick sudah sejalan dengan masukan dari Ombudsman yang menginginkan sistem rekruitmen komisaris dan direksi di BUMN lebih akuntabel, terutama dengan ikut mengedepankan syarat formal dan materil dalam proses rekruitmen.

“Langkah ini menurut Obdusman untuk menjawab klaim zero ethics serta regulasi yang berimpit,” imbuhnya.

Dosen Universitas Haluoleo Kendari ini menilai, saat ini adalah waktu yang baik untuk membenahi problem-problem seputar rekruitmen komisaris dan direksi pada BUMN.

“Mengingat pembiaran atas benturan regulasi, konflik kepentingan, dagang pengaruh, proses rekruitmen yang diskrimatif serta mekanisme evaluasi kinerja yang lebih baik telah lama berlangsung,” pungkasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads