alexametrics

Prabowo Kritik Anggaran Pertahanan, Jokowi: Bapak Kurang Percaya TNI

30 Maret 2019, 22:49:56 WIB

JawaPos.com – Anggaran Kementerian Peratahanan senilai Rp 107 triliun dikritisi calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Menurut dia, jumlah tersebut masih sangat minim untuk negara seperti Indonesia.

Prabowo bahkan menyinggung jika pembangunan pertahanan tidak dikerjakan dengan baik, dan menganut budaya ‘Asal Bapak Senang (ABS)’. 

Menjawab pertanyaan Prabowo, Jokowi lantas menilai pesaingnya itu terlalu skeptis. “Saya lihat Pak Prabowo tidak percaya pada TNI kita. Saya yang sipil sangat percaya kepada TNI yang kita miliki,” jawab dia saat debat capres di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3) malam.

Jokowi lantas memaparkan ihwal sejumlah pembangunan yang dilakukannya di sektor pertahanan. Misalnya pembangunan pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Terpadu di Natuna.

“Termasuk pembangunan sarana prasarana dan pemenuhan alutsista di satuan baru, yakni Koarmada II di Sorong dan Pasmar 3 di Sorong,” jelas dia. 

Terkait kurangnya anggaran, Eks Wali Kota Solo tersebut menyebut jika konsep investasi alutsista merupakan salah satu solusinya. “Jangan belanja tapi investasi. Setiap anggaran di Menhan kita pakai untuk bangun industri alutsista,” tegas Jokowi.

Kalau investasi di bidang pertahanan terus dilakukan, Indonesia akan memiliki alutsista sendiri. “Kita bisa menguasai teknologi. Bisa transfer of technologi (TOT) dari (negara) yang sudah miliki,” tukasnya.

Sebelumnya Jokowi menjelaskan bahwa dalam masa pemerintahannya, pertahanan bukan lagi Jawa Sentris. Hal itu ditunjukkan dengan membangun pertahanan di pulau-pulau terluar. 

Misalnya, pembangunan Divisi Infanteri 3/Kostrad di Pakatto Sulawesi Selatan, Komando Angkatan Udara di Biak, dan Armada III Angkatan Udara di Sorong. “Ini sudah dalam proses pembangunan dan akan jadi,” sebut dia.

Dia juga memerintahkan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI untuk menggelar pasukan di empat titik penting. “Di Natuna sebelah barat, Morotai sebelah timur, Saumlaki di sebelah selatan, kemudian di Biak. Artinya titik-titik pinggir yang ada di negara ini terjaga,” jelasnya.

Radar maritim pun katanya sudah menguasai seluruh wilayah Indonesia. Ada 19 titik radar udara terkoneksi dan 11 titik radar maritim yang terkoneksi. Dengan begitu, akan ketahuan jika ada pihak asing yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin.

Demi itu semua, anggaran Kemenhan pun ditingkatkan. “Sekarang 107 triliun nomor 2 setelah kementerian PU,” tutur Jokowi.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Desyinta Nuraini

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Prabowo Kritik Anggaran Pertahanan, Jokowi: Bapak Kurang Percaya TNI