alexametrics
Debat Keempat Pilpres 2019

Jokowi Promosikan ‘Dilan’ dan Singgung Perang Siber

30 Maret 2019, 20:54:47 WIB

JawaPos.com – Calon presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)‎ mengatakan, Pancasila adalah kesepakatan para pemimpin bangsa, dari berbagai daerah, dari berbagai organiasi, berbagai ras, suku, agama yang ada di negara ini.

“Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban semua masyarakat untuk menjaga, merawat dan menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Jokowi di Hotel Shangri La, dalam debat keempat pilpres 2019, Jakarta, Sabtu (30/3).

Lebih lanjut, Jokowi menuturkan, ke depan pemerintah harus menganut sistem ‘Dilan’ yakni digital melayani. Sehingga bisa memberikan pelayanan baik ke publik. “Oleh sebab itu diperlukan reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik,” katanya.

Jokowi melanjutkan, selain itu juga diperlukan penajaman dan kelembagaan, kemudian adanya peningkatan kualitas SDM aparatur, dan selanjutnya adalah reformasi tata kelola di bidang pertahanan. Karena peningkatan kualitas SDM dan TNI sangat diperlukan.

“Terutama dalam hal penguasaan teknologi persenjataan dan siber. Karena ke depan perangnya adalah teknologi. Oleh sebab itu pembangunan alutsista di dalam negeri sangat diperlukan.

“Kalau kita belum bisa melakukan (pembangunan alutsista), kita bisa melakukan join produksi dengan negara-negara lain,” katanya.

Selanjutnya di bidang politik luar negeri, saat ini situasi dunia penuh dengan ketidakpastian. ‎Multilateralisme dilemahkan , prokteksionalisme juga ikut dilemahkan. 

“Tetapi Indonesia harus berdiri tegak, bermartabat, dan tetap menjalankan politik yang bebas aktif, bebas menjalankan, meperjuangkan kepentingan nasional dan aktif ikut dalam perdamaian dunia,” pungkasnya. 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Jokowi Promosikan 'Dilan' dan Singgung Perang Siber