alexametrics

Jika Jadi Presiden Jokowi, Prabowo Bakal Pecat Pembisiknya

30 Maret 2019, 22:42:48 WIB

JawaPos.com – Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan telah mendapatkan informasi intelijen strategis. Info itu menyebutkan dalam 20 tahun ke depan Indonesia bakal aman-aman saja. Tidak akan ada invasi atau penyerbuan dari pihak asing.

Karena itu, lanjut Jokowi yang perlu diperhatikan adalah konflik di dalam negeri. Konflik antar masyarakat yang dipicu masalah sepele. Misalnya informasi lewat media sosial yang kemudian mengakibatkan konflik.

“Justru yang harus dicermati adalah konflik dalam negeri, konflik ini jangan juga dianggap remeh, karena bisa membesar karena perang elektronik, bukan dari luar menusuk ke dalam,” kata Jokowi di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3).

Menanggapi hal tersebut, Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menceritakan kisahnya saat menjadi letnan dua TNI. Kala itu Prabowo mendapatkan pengarahan dari jenderal-jenderalnya yang menyebut dalam 20 tahun tidak akan terjadi perang terbuka. 

“Tapi faktanya tahun 1975 Timor Timur (Tim Tim) meletus. Saya letnan dua dan berangkat ke Timor. Padahal jenderal-jenderal saya memberi pengarahan tidak akan ada perang,” tegasnya.

‎”Jadi Pak Jokowi yang memberi breafing kepada bapak itu, aduh.. aduh… aduh. Siapa yang memberi breafing seperti itu pak?” tanyanya.

Menurut Prabowo, tidak boleh dalam konteks pertahanan negara orangn menyebutkan tidak akan ada perang. Karena ingat apabila ingin damai. Maka bersiap juga untuk perang. “Ingat, Si vis pacem, para bellum,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menuturukan, bahwa banyak negara yang mengincar sumber daya alam (SDA) di Indonesiam Karena laut dan hutan di Indonesia sangat kaya. Sehingga jenderal berjuluk 08 itu mempertanyakan ada yang memberitahukan ke Presiden Jokowi dalam 20 tahun tidak ada serbuan perang.

“Bagaimana kok ada brefing kepada Presiden dalam 20 tahun tidak ada perang. Itu tidak benar. Yang beri breafing bapak itu enggak tahu deh harus diapain. Kalau saya jadi presidennya ya saya ganti,” ungkapnya.

Prabowo melanjutkan, tidak boleh ada breafing yang menyebut tidak akan ada perang ke kepala negara. Pasalnya Prabowo pernah mengalaminya yang kenyataanya ada perang di tahun 1975. 

“Jadi tidak boleh ada yang mengatakan tidak ada perang. Kita tidak tahu niat orang. ‎Ini menurut saya penyakit indonesia seperti itu, saya kira ini bukan masalah bapak (Jokowi),” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Jika Jadi Presiden Jokowi, Prabowo Bakal Pecat Pembisiknya