alexametrics

Gandeng Kemenkominfo, Komisi I DPR Sosialisasikan Bahaya Hoaks

30 Maret 2019, 00:13:22 WIB

JawaPos.com – Fenomena hoaks yang amat mudah menyebar lewat hanphone masyarakat Indonesia makin marak menjelang pemilu 2019. Karena itu masyarakat diminta agar tidak menyepelekan soal informasi bohong itu. Pasalnya, dampak yang diakibatkan bisa saja merusak rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kalau kita tidak bijaksana dalam menerima informasi apalagi menyepelekan hoaks, maka saya khawatir bisa berdampak negatif,” Kata Wakil ketua Komisi I DPR RI, Satya Widya Yudha dalam seminar seminar ‘Merajut Nusantara’ mengangkat tema Waspada Berita Hoaks di tahun 2019.

Menurut legislator Golkar itu, masyarakat perlu melakukan cek dan kroscek setiap informasi atau berita yang berpotensi bohong. Jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang dilempar pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Apalagi di tahun politik, tentu sangat rawan.

Di sisi lain, Satya menilai umumnya masyarakat Indonesia sudah dewasa dalam menyikapi munculnya hoaks. Sebab, masyarakat Indonesia memiliki karakter kuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan Nusantara.

“Sejak dulu, bangsa ini sudah terkenal dengan keramahan dan kerukunan tinggi dalam menjaga Nusantara ini. Jadi, saya yakin kita semua tidaklah mudah terhasut oleh hoaks,” ujarnya.

Acara yang kali ini terselenggara atas prakàrsa Wakil ketua Komisi I DPR dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo itu ditujukan sebagai upaya pemerintah untuk menangkal dan memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap maraknya berita-berita hoaks menjelang pesta demokrasi Pemilu 2019.

“Kita sudah tahu bahwa belakangan ini memang banyak berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan atau hoaks. Karena itu, masyarakat harus cerdas bisa membedakan mana yang hoaks dan mana yang benar,” ujar Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah Kemenkominfo Danny Januar Ismawan. 

Dijelaskan Danny, setiap informasi atau berita yang diperoleh masyarakat seharusnya dicek dulu kebenarannya. Apalagi, jika informasi atau berita tersebut berpotensi menimbulkan konflik, adu domba bahkan kerusuhan.

“Misalnya, kalau yang difitnah itu kelompok A, maka wajib kita cek langsung ke kelompok itu. Kalau berbau SARA juga sama. Tanya aparat berwenang dan jangan langsung terima mentah-mentah informasinya,” jelas Danny.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads
Gandeng Kemenkominfo, Komisi I DPR Sosialisasikan Bahaya Hoaks