alexametrics

Tahun Politik, Din Syamsuddin Beberkan Konsep Islam Jalan Tengah

30 Januari 2019, 09:12:38 WIB

JawaPos.com – Ajakan untuk menjaga persatuan selama tahun politik tidak hanya diserukan di tanah air. Seruan itu juga disampaikan kepada warga muslim Indonesia yang ada di Inggris Raya. Mereka diminta tetap menjaga persaudaraan. Mengedepankan toleransi terhadap perbedaan merupakan hal utama.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Din Syamsuddin saat menghadiri acara Komunitas Islam Indonesia di Britania Raya (Kibar) Gathering 2019 di Woodsley Community Centre, Leeds, UK kemarin (29/1).

Din mengatakan, seorang muslim harus teguh dalam prinsip dan mempunyai rasa toleransi dalam perbedaan. Apalagi, kata dia, saat ini merupakan tahun politik. Jangan sampai warga Indonesia terpecah karena perbedaan politik. Perbedaan adalah suatu yang wajar, tapi persatuan harus tetap dijaga. “Persatuan dan persaudaraan harus terus dirawat,” terang tokoh asal Sumbawa, NTB itu.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu juga menyampaikan konsep wasathiyatul Islam, Islam jalan tengah. “Allah menegaskan umat Islam adalah ummatan wasathan, umat pertengahan,” tuturnya.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menerangkan, menurut para ulama ada tujuh kriteria Islam jalan tengah. Yaitu, menegakkan keadilan, keseimbangan, toleransi, musyawarah, melakukan kerja-kerja kebaikan, menjadi pelopor, dan membela negeri. Toleransi berarti menerima kemajemukan, namun bukan berarti meninggalkan prinsip-prinsip keislaman dan keimanan.

Din menerangkan, konsep Islam jalan tengah sesuai dengan Pancasila. Menurutnya, pengamalan nilai-nilai pancasila dan Islam jalan tengah bisa menjadi resep untuk mewujudkan kerukunan. “Bukan saja di internal umat Islam, tapi juga antar umat beragama di Indonesia,” ungkap dia.

Dalam ceramahnya, Din juga mendorong agar para anak muda muslim untuk berani bergerak dan berinovasi di bidang kewirausahaan. Umat Islam harus memiliki kemandirian dan kekuatan finansial, agar mampu beribadah dan berkontribusi untuk masyarakat melalui zakat, waqaf, infak dan sedekah.

Ketua Kibar Hanief Utama mengatakan, merawat ukhuwah dan meraih berkah menjadi tema dalam acara silaturahmi muslim Indonesai di Inggris Raya itu. Pihaknya ingin mengajak semua warga Indonesia untuk mempererat persaudaraan dan tali silaturahim di tengah-tengah kecenderungan untuk membangun sekat. Dia berharap, Kibar bisa menjadi salah satu payung yang menaungi seluruh komponen muslim Indonesia di perantauan.

Selain ceramah agama, acara tersebut juga diramaikan dengan  kegiatan bazaar yang menjual makanan khas Indonesia dan penggalangan dana donasi untuk korban bencana di tanah air. Kegiatan ini juga dihadiri  Aminudin Aziz, atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Khafidul Ulum



Close Ads
Tahun Politik, Din Syamsuddin Beberkan Konsep Islam Jalan Tengah