alexametrics

Video Viral Tito, Pegiat Sejarah: Kapolri Harus Belajar Sejarah Lagi

30 Januari 2018, 18:56:51 WIB

JawaPos.com – Video pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengarahkan kepada bawahannya untuk dapat bersinergi dengan hanya dua organisasi Islam yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, beredar.

Alasan itu dilontarkan Kapolri karena dua organisasi tersebut ikut membantu kemerdekakan Indonesia.

Peneliti dan Pegiat Sejarah dari Pusat Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Hadi Nur Ramadan mengatakan, pernyataan Kapolri yang tersebar melalui video tersebut sangat berpotensi menyinggung organisasi Islam lainnya. 

Padahal, selain NU dan Muhammadiyah, banyak ormas-ormas lainnya yang juga punya andil besar dalam kemerdekaan Indonesia.

Hadi meminta Kapolri perlu belajar sejarah bangsa Indonesia dengan benar.

“Yang beliau sampaikan sangat berdampak sekali oleh umat muslim di Indonesia, saya kira Pak Kapolri dan semua kita bangsa Indonesia perlu belajar sejarah dengan baik dan benar,” kata Hadi saat dihubungi JawaPos.com, Jakarta, Selasa (30/1).

Hadi menjelaskan, bangsa Indonesia yang merdeka pada tahun 1945 itu sesudah lahirnya gerakan Islam dan organisasi Islam. Terdapat beberapa organisasi Islam selain NU dan Muhammadiyah yang ikut memperjuangkan Indonesia.

“Ada Jamiatul Khair, Syarikat Islam, ada Nahdlatul Wathan di Lombok, ada Persatuan Umat Islam dengan tokohnya KH Ahmad Sanusi,” ungkap Founder Pusat Dokumentasi Islam Tamaddun itu.

Bahkan Hadi menyebut, bukan tokoh NU dan Muhammadiyah yang membantu proklamator Indonesia Soekarno, melainkan tokoh Persis yang menjadi salah satu guru spiritual Soekarno saat dibuang ke Flores.

“Tuan Ahmad Hasan ini adalah salah satu guru spiritual Soekarno. Tatkala Bung Karno di penjara di Flores,” jelas Hadi.

Oleh sebab itu, kata Hadi, Kapolri dan masyarakat Indonesia perlu lagi belajar sejarah agar paham mengenai pergerakan Islam di Indonesia.

“Banyak tokoh ulama di luar NU dan Muhammadiyah yang ikut memperjuangkan negara ini merdeka,” jelas dia.

Dia mengaku siap memberikan buku-buku sejarah kepada siapapun, termasuk Kapolri untuk meningkatkan pemahaman mengenai sejarah bangsa Indonesia.

“Silakan, saya siap memberikan penataran sejarah kepada instansi di negeri ini, termasuk Polri. Ini sebagai bentuk jiwa patriotisme. Sekaligus bentuk cinta saya kepada republik ini,” tutup Hadi.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (ce1/rdw/JPC)



Close Ads
Video Viral Tito, Pegiat Sejarah: Kapolri Harus Belajar Sejarah Lagi