alexametrics

Generasi Z Dukung Ahok Dapat Jabatan di Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf

29 November 2019, 12:35:02 WIB

JawaPos.com ‎- Indonesian Popular Survey (IPS) menggelar jajak pendapat untuk mengetahui tren politik dalam kacamata Generasi Z. Generasi Z merupakan muda-mudi yang lahir dalam rentang 1997-2012. Salah satu temuan yang menarik adalah mayoritas Generasi Z memang menginginkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendapat jabatan di pemerintahan Jokowi saat ini.

“54 persen Generasi Z menginginkan Basuki Tjahaja Purnama masuk dalam jajaran pemerintahan Jokowi-Maruf. Selain itu, ada nama Ridwan Kamil dengan persentase 11 persen dan diikuti pula oleh Sandiaga Uno dengan 8,2 persen,” kata Direktur IPS Silvanus Alvin dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (29/11).

Salah satu alasan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat dukungan dari Generasi Z, lanjut Alvin, disebabkan karena aktifnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu di media sosial. Usai keluar dari penjara, Ahok membuat vlog bersama anaknya sembari melihat Simpang Susun Semanggi. “Jadi Generasi Z itu sedang bersenang hati karena terpilihnya BTP jadi Komisioner Utama Pertamina,” tutur Alvin.

Alvin menambahkan bahwa Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie juga didukung Generasi Z sebesar 7,8 persen untuk mendapatkan posisi di pemerintahan Jokowi. Menyusul kemudian, ada nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani yang mendapat dukungan Generasi Z dengan persentase 7,4 persen.

Lebih lanjut, Peneliti IPS, Teguh Hidayatul Rachmad juga melakukan jajak pendapat atas karakter seperti apa yang diinginkan Generasi Z terhadap orang-orang yang menjabat di pemerintahan Jokowi. Hasilnya, Generasi Z menginginkan para pejabat itu mempunyai sifat jujur (36,9 persen), anti-korupsi (33,1 persen), dan visioner (14,2 persen).

“Temuan ini penting bahwa Generasi Z itu tidak mau pemimpin yang suka berbohong. Nah, kalau sudah suka berbohong pasti ujungnya itu bisa melakukan praktik korupsi. Sehingga jujur dan anti-korupsi ini tali temali. Jadi IPS berharap para elit-elit politik yang mendapat jabatan di pemerintahan Jokowi untuk jujur, tidak korupsi, dan membawa perubahan,” tegas Teguh.

Jajak pendapat ini dilakukan selama dua minggu, dimulai pada 11 November hingga 22 November 2019. Metode dari jajak pendapat menggunakan purposive random sampling, yakni metode pengambilan sampel dengan cara memilih sampel yang bisa mewakili populasi.

Setiap wilayah Jabodetabek mempunyai proporsi sampel yang seimbang. Jumlah responden dari jajak pendapat ini berjumlah 537 orang generasi Z yang berada di wilayah Jabodetabek. Semuanya merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono


Close Ads