JawaPos Radar

PDIP: Kita Tidak Mau Menggunakan Alat Negara untuk Mencapai Kemenangan

29/08/2018, 14:32 WIB | Editor: Kuswandi
Pilpres 2019
Ilustrasi: Pilpres 2019 (Koko/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - PDI Perjuangan memastikan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin tak akan menggunakan alat negara hanya untuk kepentingan memenangkan pilpres 2019. Partai berlambang moncong putih itu mengaku tindakan tersebut sangat antidemokrasi.

"Tentu tidak ada mau orang yang ingin capresnya kalah, tapi saya juga tidak mau menggunakan alat-alat negara untuk mencapai kemenangan," kata Politikus PDIP Maruarar Sirait dalam acara diskusi di Hotel Sofyan, Jakarta, Rabu (29/8).

Maruarar meyakini, sikap penggunaan alat negara untuk kepentingan politik sangat bertentangan dengan sikap Jokowi. Baginya, mantan wali kota Surakarta itu tak terlatih untuk melakukan praktek semacam itu.

"Dari awal saya dukung Jokowi itu saya tau banget Jokowi enggak mungkin dan bukan begitu, karena dia tidak terlatih dan jago untuk soal itu," ungkapnya.

Namun, dirinya meyakini apabila nantinya ada orang di sekeliling mantan Wali Kota Solo itu melakukan praktek tersebut, Jokowi akan tegas. Pasalnya, tindakan itu justru menodai demokrasi.

"Kalau ada pihak pemerintah yang melakukan itu, saya berani pastikan Jokowi tidak akan membela siapapun itu. Dan itu harus dihukum, alat-alat negara yang digunakan kontestasi politik itu tentu tidak beradab dan anti demokrasi. Buat apa kita kalau adakan pemilu kalau itu terjadi," tuturnya.

Lebih lanjut, Maruarar menambahkan, alat negara seharusnya dapat digunakan secara legal, maksimal dan tegas untuk memberantas berita bohong (hoax). "Siapapun orangnya harus keras dan harus sangat dini. Kalau bisa juga harus ada tindakan tindakan yang terbuka, ini salahnya apa, melakukan apa dan hukuman apapun," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up