alexametrics

Hindari Dosis Kedaluwarsa, Komisi IX DPR Desak Penggunaan Vaksin Halal

29 April 2022, 17:03:25 WIB

JawaPos.com – Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggunakan vaksin halal untuk vaksinasi Covid-19. Penggunaan vaksin halal itu selain mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA), juga mengantisipasi adanya vaksin yang kedaluwarsa.

“Kemenkes mau tidak mau harus selektif. Selain untuk menghindari kadaluarsa, kemenkes juga harus memilih dan membeli vaksin halal. Pengadaan vaksin halal ini adalah amanat dari putusan judicial review di MA,” kata Saleh Partaonan Daulay dalam keterangannya yang diterima wartawan, Jumat (29/4).

Ketua Fraksi PAN itu mengingatkan Kemenkes untuk tidak menerima hibah vaksin non-halal, sebagaimana ketentuan putusan MA.

Di samping itu, Kemenkes diminta untuk memperhatikan masa kedaluwarsa vaksin. Pasalnya, dalam rapat terakhir dengan kemenkes, Biofarma, dan BPOM melaporkan adanya vaksin yang sudah kedaluwarsa.

“Jumlahnya mencapai 19,3 juta dosis vaksin. Tidak hanya itu, diperkirakan bahwa pada bulan April dan awal Mei, vaksin kedaluwarsa bisa mencapai 50 juta dosis,” ungkapnya.

Saleh merasa ada yang janggal, karena ada vaksin kedaluwarsa dan diperiksa kembali oleh BPOM. Lalu, diperpanjang masa waktu berlakunya. “Teman-teman komisi IX banyak yang mempertanyakan. Kalau memang bisa diperpanjang, mengapa ada masa kedaluwarsa. Dengan perpanjagan itu, definisi kadaluarsa (expired date) menjadi kabur dan tidak jelas,” kata Anggota Dewan dari Dapil Sumut II tersebut.

Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan, saat ini sudah ada empat fatwa MUI yang berkaitan dengan vaksin Covid-19. Semuanya sudah ditetapkan kehalalannya. Yaitu, Vaksin Sinovac, Zifivax, Merah Putih, dan Sinopharm.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyebut putusan terbaru Mahkamah Agung (MA) telah menjadi payung hukum untuk penyediaan vaksin Covid-19 halal di Indonesia. Namun pemerintah hanya menyediakan Sinovac sebagai vaksin halal sesuai putusan MA tersebut.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads