alexametrics

Megawati: Lebih Enak Menyanyi daripada Menebarkan Kebencian

28 Oktober 2020, 19:08:33 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan refleksi atas perayaan ke-92 tahun Hari Sumpah Pemuda.

Megawati mengaku dirinya melihat adanya kecenderungan ajang pemilihan presiden (Pilpres) yang sebenarnya sudah bagus, karena rakyat memiliki hak memilih langsung pemimpinnya, tidak menjadi ajang untuk dongkel mendongkel. Hal seperti ini membuat banyak yang bertanya soal tata aturan kenegaraan.

“Kalau ada yang mau merusak namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia, betul saya tidak bohong. Coba saja. Saya ini udah nahan sabar kan. Ibu di bully, ya udah biarin aja dah orang juga punya mulut, gitu pikiran saya. Sekarang kamu bayangkan kalau keluargamu, anak-anakmu dibuat seperti itu. Kalau tidak ada rasa sakit hati, itu bohong,” ujar Megawati di hadapan kader partai dan wartawan yang hadir secara virtual.

“Itu demokrasi jangan sampai merusak ke dalam,” tegas Megawati.

Padahal, lanjut Megawati, berpolitik yang murni justru membuka peluang untuk membangun bangsa dan negara, serta benar-benar berguna buat masyarakat. Sebagai contoh kantor baru partainya yang diresmikan, bukan sekedar menjadi perangkat administrasi, namun juga rumah rakyat. Maka kalau rakyat datang untuk bertanya, maka di situ kader partai bisa menjawab.

“Kalau rakyat datang, jangan dong diusir. Sekarang ini KDRT, anak stunting, nggak bisa bantu lho. Segala ini ada di dalam politik lho,” imbuhnya.

Baca juga: Kata Megawati Soal Aksi Demo Anarkis: Halte Dibakar, Emang Itu Duit Lo

“Di struktur partai itu sudah ada pembagian bidang, kerjakan dong bidang-bidang itu. Berkegiatan, datang, buat tarian, buat koor, itu kebudayaan. Buat puisi. Karena apa? Kantor Partai itu rumah rakyat. Tadi kan sudah dibilang yang Yogyakarta, ada gamelan, ada tarian, ada nyanyi. ‘Lebih enak menyanyi lho daripada kita menyebarkan kebencian’,” tuturnya.

Menurutnya, manusia diciptakan secara mulia seturut dengan citra Allah yang Maha Mulia. Maka manusia tidak seperti binatang lainnya.

“Kita sendiri berpikir, tapi kita juga diberi nurani. Kehidupan ini, pikiran dan nurani, itu harus satu. Masa mulut kita yang bagus disuruh berbohong? Berbohong itu kan berarti tidak memperlihatkan kebenaran,” katanya.

Megawati lalu menyinggung sedikit soal konflik fisik di Timur Tengah di antara masyarakat serumpun dan mayoritas satu agama. Dirinya pun sempat bertanya kepada Raja Saudi Arabia secara langsung mengenai hal tersebut, dan sang raja menjawab kepada Megawati, bahwa masalahnya bukan agamanya, namun hati orang-orang Timur Tengah sendiri. Dan itu berarti bahwa nurani dan pikiran untuk kedamaian harus dihidupkan.

“Coba saja kalian pikir kalau di keluarga berantem, mestinya rezeki masuk lebih banyak, malah nggak masuk lebih banyak. Si istrinya ngamuk, suami ngamuk,” pungkasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini: