alexametrics

Kata Megawati Soal Aksi Demo Anarkis: Halte Dibakar, Emang Itu Duit Lo

28 Oktober 2020, 18:41:31 WIB

JawaPos.com – Momentum peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober hari ini, dijadikan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri untuk bicara politik aktual.

Berbicara saat peresmian sejumlah kantor partai di daerah lewat virtual, Rabu (28/10), Megawati sejak awal menyadari bahwa pernyataannya soal anak muda Indonesia akan keras dan kemungkinan akan dibully di media sosial.

Fenomena yang Megawati tangkap adalah demonstrasi yang belakangan sangat marak. Menurut Megawati, aturan hukum membolehkan demonstrasi.

Pasca reformasi 1998 setelah runtuhnya Orde Baru, Indonesia masuk ke dalam alam demokrasi. Namun ditegaskannya, demonstrasi bukan berarti boleh melakukan aksi perusakan fasilitas publik.

“Kurang apa saya bilang pada mereka yang mau demo-demo, ngapain sih kamu demo-demo. Kalau tak cocok, pergi ke DPR. Di sana ada yang namanya rapat dengar pendapat. Itu terbuka bagi aspirasi,” kata Megawati.

“Masya Allah, susah-susah bikin halte-halte Transjakarta, enak aja dibakar, emangnya duit lo? Ditangkap tak mau, gimana ya. Aku sih pikir lucu banget nih Republik Indonesia sekarang,” tambahnya.

Baca juga: Aliansi Serikat Buruh Siapkan 15 Ribu Massa Demo Tolak UU Cipta Kerja

Megawati lalu bertanya kepada Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDIP yang juga mantan gubernur Jakarta, yang ada di sebelahnya. Yang ditanyakan adalah biaya untuk membangun sebuah halte. Djarot menjawab biayanya sekitar Rp 3 miliar.

Mengetahui itu, Megawati mengatakan biayanya saat ini kemungkinan lebih besar karena pengaruh inflasi.

“Kalau ibu-ibu, patokannya harga emas gitu. Mana mungkin lagi sekarang kalau mau dibenerin itu Rp 3 Miliar cukup? Coba bayangkan. Itu rakyat siapa ya? Itu yang namanya anak-anak muda, saya ngomong gini itu dalam Sumpah Pemuda loh,” kata Megawati.

“Ya bayangin jaman dulu kok bisa ya pemuda, karena tertekan, karena belum merdeka, dia sampai berani bikin sumpah. Ayo kalau kalian hari ini bisa bikin sumpah kayak begitu. Saya suka terkagum-kagum kok. Waduh pikirannya jaman dulu loh, sampai boleh bersatu bikin sumpah. Eh jaman penjajahan, mereka ditangkep lah. Nah sekarang ini sudah merdeka, dirusak sendiri. Gimana ya?,” pungkasnya.

Adapun massa yang berunjuk rasa terkait penolakannya terhadap Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Mereka menolak karena banyak hal-hal yang tidak berpihak ke rakyat khususnya di klaster ketenagakerjaan.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads