JawaPos Radar

Soal Duit Proyek PLTU Rp 2 M Masuk ke Golkar, Lodewijk Bilang Begini

28/08/2018, 20:57 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Lodewijk Freidrich Paulus
Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menegaskan, partainya siap untuk diaudit terkait adanya dugaan aliran dana proyek PLTU Riau yang mengalir ke Munaslub Golkar 2017. (Dery/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Golkar kembali diterpa isu miring. Kali ini partai parpol berlambang beringin hitam itu, disebut ikut menikmati sejumlah aliran dana dari dugaan korupsi PLTU Riau-1. Uang haram itu diduga digunakan  untuk Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) partai pada 2017 silam.

Hal itu bahkan telah dibenarkan oleh tersangka kasus tersebut yang juga merupakan kader inti Golkar Eni Maulani Saragih, yang pada saat itu menjadi bendahara Munaslub itu. Namun, pernyataan itu langsung dibantah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus.

Freidrich bahkan, menyatakan partainya siap diaudit. Dia menegaskan tidak khawatir, sebab Munaslub dibiayai oleh iuran anggota partai.

"Pastilah kalau itu (kita siap diaudit), orang mengecek apakah ada atau tidaknya, berdasarkan Ad/Art yang namanya munaslub itu sumber anggarannya dari iuran anggota," ujar Lodewijk Rumah Cemara, Selasa (28/8).

Lebih lanjut, Purnawirawan TNI itu memastikan partainya akan koperatif dalam menyikapi proses hukum yang berjalan. Ia pun tak segan menelusuri jika ada kadernya yang bermain dengan uang haram itu.

"Manakala ada oknum yang bermain, kita mau ngecek apakah ada oknum itu," imbuhnya.

Lebih lanjut, Lodewijk juga mengatakan, partainya juga akan menunggu hasil penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari temuan petugas itu maka dapat membuktikan adanya keterlibatan oknum lain atau tidak.

"KPK kan sedang bekerja, kalau temuan-temuan mereka pasti diberikan kepada kita," pungkasnya.

Sebelumnya, duit sebanyak Rp 2 miliar hasil korupsi proyek PLTU Riau-1 diduga mengalir ke Munaslub Partai Golkar. Bahkan mantan Ketua Umum Partai Golkar, sekaligus terpidana kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto mengakui hal itu. Pun demikian sengan tersangka korupsi PLTU Riau Eni Maulani Saragih.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up