alexametrics
Pilpres 2019

Demiz Jadi Jurkam Petahana, Fadli Zon: Dia kan Kalah Sama Sudrajat

28 Agustus 2018, 21:24:56 WIB

JawaPos.com – Keputusan mantan wakil gubernur DKI  Deddy Mizwar untuk masuk ke dalam tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf ternyata tak mengejutkan banyak pihak. Terutama kalangan politikus pendukung pasangan Prabowo – Sandi. 

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tak khawatir dengan masuknya nama Demiz (sapaan akrab Deddy Mizwar) ke dalam tim pemenangan rivalnya. Ia pun mengungkit capaian Demiz pada pilgub Jabar 2018 lalu.

“Ah dia (Demiz) kan urutannya (pilgub Jabar) nomor tiga, Dia kan kalah sama Sudrajat, jadi kita enggak terlalu (khawatir) ini, malah kami yang tadinya dianggap underdog Sudrajat Syaikhu malah bisa melesat. Jadi enggak masalah,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (28/8).

Fadli pun mengaku keputusan Demiz juga tak akan menjadi ancaman bagi Prabowo-Sandi. Karena Ia melihat saat ini masyarakat sudah cerdas untuk memilih calon yang tepat di pilpres 2019 nanti.

“Rakyat bukan akan melihat figur-figur siapa yang mendukung si capres. Mereka melihat kehidupan sekarang ini semakin susah itu yang dirasakan. Dan  masalah perut itu enggak bisa pakai pencitraan. Juga tak bisa disulap pakai angka-angka,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin kembali menambah juru bicara. Kali ini mereka mendapuk mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto memastikan kebenaran berita tersebut setelah berkordinasi langsung dengan Jokowi. Menurutnya keputusan ini diambil atas kesepakatan kedua belah pihak.

“Sesuai hasil koordinasi dengan Bapak Jokowi. Bapak Deddy Mizwar itu (ditunjuk) sebagai salah satu juru bicara di dalam tim kampanye nasional Pasangan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf. (Penunjukan ini hasil) dua arah,” ujar Hasto di Rumah Cemara, Selasa (28/8).

Hasto menuturkan, penunjukan Deddy sebagai jubir dikarenakan pesinetron itu memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sehingga diharapkan dapat lebih mensukseskan kampanye pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Pengalaman yang sangat luas dari Pak Deddy Mizwar dan kemampuan komunikasi politiknya yang sangat baik, dan juga landasan kebudayaan yang menjadi concern dari Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” jelasnya.

Selain itu aspek elektoral juga menjadi pertimbangan dalam memilih aktor yang terkenal ketika memerankan Jenderal Naga Bonar tersebut. Diharapkan adanya sosok mantan Wagub Jabar itu dapat mendongkrak suara pemilih Jokowi di Tatar Sunda. “Tentu saja ada aspek strategis,” sambung Hasto

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (aim/JPC)



Close Ads
Demiz Jadi Jurkam Petahana, Fadli Zon: Dia kan Kalah Sama Sudrajat