alexametrics

Di Istiqlal, HNW Ceritakan Kisah Soekarno dan Halalbihalal

28 Juni 2019, 19:52:52 WIB

JawaPos.com – Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, acara halalbihalal sangat efektif media yang tepat untuk memersatukan umat. Itu diungkapkan di hadapan anggota Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Istiqlal.

Dituturkan HNW, halalbihalal menjadi tradisi umat Islam di Indonesia karena peran ulama. Karena saat itu, selepas Indonesia merdeka, hubungan antarumat ada sekat, tidak cair.

Menurutnya, saat itu Sukarno ingin umat Islam bersatu tanpa sekat guna menghadapi penjajahan. Persatuan umat Islam bagi Indonesia sangat penting bagi Sukarno.

Untuk itu, Presiden Sukarno meminta ide bagaimana menyatukan umat Islam. Soekarno pun menemui ulama besar Wahab Hasbullah, yang mengusulkan untuk menyatukan umat Islam dilakukan lewat halalbihalal.

“Sukarno sangat berkepentingan terhadap persatuan umat Islam untuk menghadapi penjajahan. Akhirnya semua ulama tanpa melihat latar belakang diundang ke Istana untuk halalbihalal,” ujar HNW dalam keterangannya, Jumat (28/6).

Di satu sisi, pada masa itu Belanda ingin menjajah kembali Indonesia. Maka halalbihalal dilakukan di banyak tempat sebagai alat pemersatu. Dari sinilah halalbihalal tumbuh dan menjadi tradisi di masyarakat.

“Tradisi ini dikatakan hanya ada di Indonesia. Sejak pertama kali diadakan hingga saat ini halalbihalal terbukti mampu menyatukan umat tanpa memandang latar belakang. Di negeri Arab tak ada tradisi seperti itu,” paparnya.

Hadirnya halalbihalal dikatakan menunjukkan betapa besarnya peran ulama dalam persatuan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, HNW lebih lanjut menuturkan Sosialisasi Empat Pilar dilakukan untuk memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Di saat sekarang, halalbihalal juga jadi media untuk menyampaikan sosialisasi empat pilar,” ujar HNW.

Acara seperti ini dilakukan agar masyarakat bisa saling menghormati dan tidak saling tuduh dan merasa paling benar. Metode sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara. Dia berharap apa yang dilakukan bersama BKPRMI bisa diteruskan.

“Bisa lewat training of trainer selama beberapa hari. Saya melakukan sosialisasi bersama organisasi ini sudah dua kali,” paparnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : ART



Close Ads