alexametrics

Terancam Digusur, Pengurus PPGS Mengadu ke Wapres

28 Februari 2020, 16:12:21 WIB

JawaPos.com – Lima orang perwakilan Paguyuban  Pedagang Gelora Bung Karno (GBK) mengadukan nasibnya ke Wakil Presiden (Wapres). Mereka langsung disambut Staf Khusus Wapres Sukriansyah S Latif.

Dalam pertemuan itu, perwakilan pedagang kuliner di kantin UKM Parkir Timur GBK menyampaikan keresahannya oleh kebijakan Direksi PPK GBK yang akan menggusur mereka dengan alasan relokasi.

Sebelum mengadu ke wapres, perwakilan dari Paguyuban Pedagang Gelora Soekarno (PPGS) juga menemui anggota DPR untuk mengadukan keluhan yang sama. Tanggal 13 Februari 2020, pedagang juga telah melayangkan surat kepada Ketua Komisi II DPR dan Ketua Komisi VI DPR.

Sabelumnya pihak GBK telah melayangkan surat ancaman pemutusan aliran listrik di kantin UKM Parkir Timur  jika pada  9 Februari 2020 untuk mengosongkan area berjualan mereka.  Namun batas waktu itu diundur hingga tanggal akhir Februari 2020.

Sebagaian pedagang yang bersedia membubuhkan tandatangan karena merasa terancam. Sebab jika tidak segera pindah maka Pihak PPK GBK mengancam akan memutus aliran listrik dan air jika pedagang tidak pindah paling lambat akhir Februari 2020.

Pewakilan pedagang yang diterima Staf Khusus Wapres antara lain Darwanto, Moh Basuni, Yusuf, Anto dan Acil. Staf Khusus Wapres Sukriansyah S Latif menerima semua pengaduan pedagang.

Dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sukriansyah mengatakan, pemerintah saat ini tetap memberi perhatian pada sektor usaha mikro kecil dan menengah, termasuk tentunya untuk usaha-usaha kuliner.

“Pemerintah sudah berkomitmen membantu UMKM.  Apakah permodalannya, aspek hukumnya, infrastrukturnya, dan fasilitas penunjangnya,” katanya.

Kalau ada masalah, lanjut Sukriansyah, perlu didialogkan, diselesaikan secara transparan kedua pihak. Masalahnya di mana akan dicarikan jalan keluar.

Diketahui, kantin UKM Parkir Timur dibangun bersamaan dengan proyek penataan untuk Asian Games yang lalu. Mulanya bangunan semi permanen itu hanya lantai, tiang dan atap. Pedagang yang menempati itu berswadaya melengkapinya dengan partisi, meja dan bangku.

Editor : Dimas Ryandi



Close Ads