alexametrics

Loyalis Zulhas Bantah Kongres PAN di Kendari Libatkan Banyak Preman

28 Februari 2020, 15:33:42 WIB

JawaPos.com – Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengecam proses kongres ke-V partainya yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ia bahkan menganggap hajatan partainya seperti kongres para teroris karena banyak preman yang terlibat juga.

Menanggapi itu, Loyalis Zulkifli Hasan, Yandri Susanto ‎membantah adanya preman yang terlibat dalam hajatan akbar partai berlogo matahari putih ini. Karena semua yang ada di arena kongres adalah pemilik suara yang terdiri dari DPD dan DPW.

“Yang ada di ruangan itu adalah yang memang betul-betul punya hak untuk ada di arena Kongres itu di antaranya adalah peserta penuh dalam hal ini DPD dan DPW,” ujar Yandri kepada wartawan, Jumat (28/2).

Ketua Komisi VIII DPR ini mengakui memang kongres PAN tersebut memanas. Namun memanasnya itu tidak pernah dintervensi oleh preman.

“Tidak pernah ada yang mengerahkan preman. Tidak,” tegasnya.

Walaupun adanya intrik-intrik. Namun kongres tersebut tetap lancar dan berjalan sebagaimana mestinya dengan kemenangan Zulkifli Hasan.

“Tidak ada persoalan, tidak ada interupsi, tidak ada huru hara, tidak ada yang gebrak gebrak meja lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya ‎Amien Rais dalam akun Istagram resmi milikinya mengeluhkan tentang hajatan akbar ini. Dalam video yang dia unggah‎ mengaku berbagai keanehan kejanggalan dari kongres tersebut.

“Bahwa PAN telah menyuguhkan sebuah perhelatan nasional namanya kongres nasional yang kelima itu yang penuh keonaran kemudian Masya Allah, yang betul-betul ini telah melukai pn dari ujung kaki sampai ujung kepala,” ujar Amien Rais dalam video yang diunggah, Rabu (26/2).

Amien juga mengatakan, Kongres PAN itu menyuguhkan tontonan demokrasi jadi-jadian yang mungkin terburuk selama republik Indonesia ini.

“Itu partai lain nggak ada yang seburuk partai saya, saya mohon maaf kepada masyarakat politik di negeri kita ini maupun para pendukung dan pemilih PAN yang hampir 10 juta itu,” katanya.

Menurut Amien, Kongres PAN tersebut melakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak pantas. Banyak sekali pasal-pasal AD/ART yang dilanggar. Kemudian suasana kongres tersebut juga ia keluhkan.

“Suasana di kongres itu seperti seolah-seolah kongres para teroris. 1300 polisi dikerahkan, di halaman hotel, kemudian di lobby di seluruh lorong lobby ada pagar betis, bahkan juga ada bebrapa ratus barangkali Brimob kiriman dari Makassar,” katanya.

Bahkan Amien mengatakan di hajatan tersebut  ada puluhan penyusup badannya besar dan bertato. Sehingga ia mengeluhkan kenapa bisa sampai ada orang-orang yang tidak diundang tersebut.

“Penyusup badannya besar dan ada tato, tanpa pakaian yang rapi tapi semua dikalungi dengan peserta peninjau, ketika disuruh keluar tidak mau. Nah ini, kongres nasional tidak lazim sama sekali,” tegasnya.

Amien juga mengeluhkan 30 kader mengalami luka ringan dan enam luka berat akibat kerusuhan di hajatan partai bernuansa biru ini. Bahkan Amien menitikan air mata melihat adanya kerusuhan tersebut.

Oleh sebab itu Amien meminta pemerintah untuk tidak mengesahkan kongres tersebut, hal itu karena hajatan itu telah membuat malu. Jauh dari nilai-nilai demokrasi.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads