alexametrics

Jokowi Jengkel Penyebaran Hoax sudah Door to Door

28 Februari 2019, 16:37:39 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan masifnya penyebaran hoax. Pasalnya berita bohong itu tidak hanya beredar lewat media sosial, tapi sudah dilakukan door to door atau dari pintu ke pintu.

Menurut Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 itu, penyebaran hoax yang masif akan sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa. Karena terlalu mahal persatuan dan kesatuan Indonesia dirusak oleh hoax yang muncul dalam pilpres kali ini.

“Ini sangat berbahaya sekali karena urusan polituk, pilgub, pilbup, aset tebesar kita bisa terganggu gara-gara fitnah kabar bohong. Karena sekarang ini hoax sudah muncul dari pintu ke pintu,” ujar Presiden Jokowi dalam Harlah ke-46 PPP di Ancol, Jakarta, Kamis (28/2).

Oleh sebab itu, Jokowi beberapa waktu lalu berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku hoax. Karena itu sangat bahaya bagi persatuan dan kesatuan.

“Jadi persatuan, kesatuan, dan kerukunan akan terganggu sama ini (hoaks). Sehingga tegas, saya bilang ke Kapolri tindakan hukum harus ditindak menyebarkan hoaks dari pintu ke pintu,” katanya.

Menurut Jokowi, menjelang Pilpres 17 April 2019, peredaran hoaks ini sudah sangat banyak sehingga sangat meresahkan masyarakat. “Jadi kalau kita enggak tegas akan semakin merebak di mana-mana,” pungkasnya.

‎Diketahui, sebelumnya, tiga emak-emak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diamankan polisi karena dianggap menyudutkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Dalam video yang beredar, para pelaku tersebut berbicara dalam bahasa Sunda saat kampanye door to door. Mereka meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis. Selain itu, ada juga video ibu-ibu yang ditolak warga saat berkampanye mendukung Jokowi.‎

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Jokowi Jengkel Penyebaran Hoax sudah Door to Door