alexametrics

Nusron Diteriaki Ganti Presiden, Golkar: Jangan Menghakimi Orang!

27 Oktober 2018, 13:39:14 WIB

JawaPos.com – Politikus partai Golkar, Nusron Wahid baru saja mengalami kejadian tidak menyenangkan. Dia diduga mengalami persekusi saat berada di masjid Luar Batang, Batang. Bahkan Nusron juga diteriaki 2019 ganti Presiden. 

Menanggapi itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Dave Laksono menilai kejadian ini bermuatan politis untuk mendukung salah satu pasangan calon, dalam hal ini Prabowo-Sandi selaku penantang petahana, Jokowi-Ma’ruf. 

Terkait itu, Dave beranggapan justru pasangan Prabowo-Sandi akan dirugikan dengan kejadian ini. Karena dianggap memiliki pendukung anarkis.

“Itu jelas-jelas dimotifkan oleh salah satu Capres. Itu akan merugikan calonnya (yang didukung,Red) dia (pelaku dugaan persekusi, Red), karena menunjukan sifat pendukungnya sangat anarkis,” ujar Dave di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10).

Atas dasar itu, Dave meminta agar marwah demokrasi pemilu 2019 bisa tetap dijaga. Cara-cara anarkis seperti persekusi diharapkan tidak digunakan oleh pihak manapun.

“Maka itu kita tetap saja harus bersaing secara sehat, bersaing secara normal dan menjaga semangat demokrasi ini jangan sampai buyar,” tegasnya.

Di sisi lain, Dave menilai bahwa persekusi merupakan pelanggaran pidana. Pasalnya hak asasi manusi dianggap telah dilanggar dengan cara tidak hormat.

“Segala macam bentuk persekusi Itu melanggar hak asasi manusia. Jangan kita menghakimi orang dengan semau-mau kita, karena itu pidana. Untung pak Nusron tidak sampai terluka,” pungkasnya.

Selanjutnya Dave meminta aparat penegak hukum bersikap adil. Kasus semacam ini harus ditanggapi dengan serius tanpa pandang bulu.

Sebuah video berdurasi 18 detik yang beredar memperlihatkan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid diduga tengah dipersekusi. Dari informasi yang dikumpulkan kejadian itu terjadi di Masjid Luar Batang, Jakarta.

Saat itu Nusron tiba di Masjid Luar Batang sekira pukul 22.30 WIB. Tiba-tiba ada yang berteriak dengan mengatakan Indonesia butuh presiden baru di Pilpres 2019. Namun Nusron tidak mempedulikannya.

“Tiba-tiba ada yang teriak 2019 ganti presiden. Saya tidak tanggapi dan langsung wudhu,” ujar Nusron saat dihubungi, Jumat (26/10).

Editor : Kuswandi

Reporter : (sat/JPC)

Copy Editor :

Nusron Diteriaki Ganti Presiden, Golkar: Jangan Menghakimi Orang!