Kalahkan Prabowo, AHY Unggul Survei Online

27 Juni 2022, 18:22:55 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Partai Agus Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungguli delapan kandidat lainnya dalam survei yang dilaukan oleh salah sat8u media online. Ia meraih dukungan 15.605 suara atau 19,01 persen, dari total 82.093 dukungan.

Dari hasil survei itu juga nampak posisi kedua ditempati Ketua KPK Firli Bahuri dengan 13.833 dukungan (16,85 persen), disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 13.708 dukungan (16,7 persen), lalu Ketum Golkar Airlangga Hartarto dengan 9.466 dukungan (11,53 persen), dan Ketua DPR RI Puan Maharani dengan 8.939 dukungan atau 10,89 persen.

Posisi buncit ditempati Menteri BUMN Erick Thohir dengan 1.090 dukungan atau 1,33 persen. Ini lebih sedikit dibanding kategori “Tokoh Lain” yang mendapat 2.440 dukungan atau 2,97 persen. Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada pada posisi kedelapan dengan 4.766 dukungan atau 5,81 persen.

Merespons hal itu, Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Iwan Ismi mengapresiasi hasil ini.

“Kami secara terus menerus memantau semua hasil survei pendapat publik terkait Partai Demokrat dan Ketum AHY,” ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Senin (27/6).

Iwan juga menuturkan, hasilnya memang berbeda-beda, tergantung metodologi, waktu pelaksanaan, kredibilitas maupun integritas lembaga penyelenggaranya. Karena itu, pihaknya selalu memetakan pola dan trennya.

“Apapun hasilnya, kami anggap sebagai bagian dari aspirasi sekaligus persepsi publik terhadap kami,” ujarnya.

Iwan juga mengungkapkan, tren dukungan yang terus naik terhadap AHY tidak lepas dari kegiatan-kegiatan kerakyatan yang dilakukan Ketum Partai Demokrat terutama sejak Maret lalu, lalu dilanjutkan dengan berkeliling pulau Jawa.

“Insyaallah Ketua Umum akan terus terus bersafari keliling Nusantara, mendengar langsung keluhan masyarakat,” ujar Iwan.

Diketahui, survei ini dilaksanakan oleh RM Online selama dua minggu sejak Senin (13/6) sampai Senin (27/6). Survei tidak menggunakan metodologi sampling seperti yang biasa digunakan lembaga survei konvensional, tapi dukungan yang masuk disaring untuk memastikan tidak ada suara yang digunakan berulangkali.

Editor : Dimas Ryandi

Saksikan video menarik berikut ini: