alexametrics

PAN Sarankan Prabowo-Sandi Tetap Bersama Pendukungnya

27 Juni 2019, 10:40:49 WIB

JawaPos.com – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay menyarankan supaya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap bersama rakyat Indonesia. Terutama yang mendukungnya di Pilpres 2019.

Saleh mengatakan, menurut hasil penghitungan berjenjang versi KPU, ada 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional yang mendukung Prabowo-Sandi.

“Jadi walau tidak bisa membawa kemenangan, diyakini bahwa mereka tidak hanya sekedar memilih Prabowo-Sandi. Tetapi mereka juga menggantungkan harapan yang cukup besar. Harapan itu tentu haruslah dijaga dan dipelihara,” ujar Saleh kepada wartawan, Kamis (27/6).

Menurut Saleh, menjaga harapan masyarakat tidak mesti harus menjadi kepala negara. Bisa juga dengan mengadvokasi kepentingan masyarakat lewat jalur politik dan kekuatan civil society yang ada, dan itu tentu sangat pas jika dipimpin oleh Prabowo.

Oleh sebab itu Saleh mengatakan sangat tidak tepat apabila Prabowo-Sandi bergabung bersama koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Apalagi sangat tidak tepat jika rekonsialiasi diarahkan pada upaya bagi-bagi kursi.

Sehingga menurut Saleh, masyarakat diyakini tidak akan menginginkan kalau Prabowo-Sandi justru memutar haluan bergabung ke 01. Masyarakat tetap menginginkan ada pemimpin informal yang bisa menjadi kekuatan penyeimbang dari pemerintah yang akan berkuasa nanti.

“Walaupun ada tawaran, Prabowo-Sandi sebaiknya menjaga komitmen bersama masyarakat pendukungnya. Ini bukan persoalan politik kekuasaan semata, tetapi lebih luas dari itu politik kebangsaan,” tuturnya.

‎Saleh meyakini Prabowo-Sandi tidak akan tergiur. Tapi karena telah diwacanakan, tentu layak untuk ditanggapi. Kesetiaan dan harapan masyarakat itu harganya mahal.

“Karena itu, sangat tidak seimbang jika dibarter dengan tawaran politik apa pun,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera juga menegaskan partai berlogo bulan sabit kembar ini komitmen tetap bersama Prabowo-Sandi dan terus menjadi bagian dari Koalisi Adil Makmur.

“PKS akan istiqomah bersama Koalisi Indonesia Adil Makmur apapun keputusan Mahkamah Konstitusi (MK),” katanya.

Mardani mengatakan, dengan demokrasi yang stabil dan sehat menciptakan iklim pemerintah yang tidak berpotensi abuse of power atau mendekati otoritaranisme. Sehingga PKS tetap menjadi oposisi tidak bergabung bersama koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Tidak semua harus menjadi koalisi pemerintah, tapi koalisi pemerintah dan oposisi harus seimbang dalam lembaga legislatif. sehingga terciptanya legislatif yang kuat dalam rangka mengimbangi peran eksekutif, sehingga kedaulatan rakyat bisa tercipta,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads